Stadion GBLA. (Antara Foto)
JawaPos.com - PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) mencatat sejarah sebagai klub sepak bola Indonesia pertama yang berdiskusi langsung dengan Bank Dunia (World Bank) mengenai pengelolaan stadion. Dalam pertemuan yang digelar di Balai Kota Bandung, Senin (17/3), Bank Dunia memberikan wawasan strategis terkait pengembangan dan optimalisasi Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) agar dapat dikelola secara berkelanjutan serta memberikan dampak ekonomi positif bagi Kota Bandung.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Pemerintah Kota Bandung sebagai pemilik stadion serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung. Dengan hak pengelolaan GBLA selama 30 tahun melalui anak usahanya, PT Persib Gelora Sawarga, PT PBB memiliki visi besar untuk menjadikan stadion ini lebih dari sekadar venue pertandingan Persib, tetapi juga sebagai pusat ekonomi, bisnis, dan pariwisata yang aktif sepanjang tahun.
GBLA Menuju Standar Internasional: Inspirasi dari Stadion Dunia
Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa Persib berkomitmen untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mewujudkan GBLA sebagai pusat olahraga dan pariwisata terintegrasi. Mengadopsi konsep stadion modern dunia, GBLA diharapkan tidak hanya menjadi tempat pertandingan, tetapi juga menawarkan fasilitas bisnis dan hiburan yang dapat menarik pengunjung setiap hari.
Contoh sukses transformasi stadion dapat ditemukan pada Tottenham Hotspur Stadium di Inggris, yang memiliki restoran dan tur stadion yang tetap ramai meski tidak ada pertandingan. Mercedes-Benz Stadium di Amerika Serikat bahkan menerapkan konsep fan-friendly pricing untuk makanan dan minuman, menjadikannya destinasi favorit para penggemar. GBLA berpotensi mengadopsi konsep serupa agar menjadi aset ekonomi jangka panjang bagi Kota Bandung.
Peningkatan Infrastruktur dan Transportasi Publik
Salah satu proyek utama dalam diskusi ini adalah pembangunan training center yang tidak hanya akan meningkatkan kualitas latihan Persib, tetapi juga dapat disewakan untuk program pengembangan sepak bola di Jawa Barat. Selain itu, optimalisasi dan integrasi transportasi publik di sekitar GBLA menjadi perhatian utama.
Beberapa solusi aksesibilitas yang dibahas mencakup konektivitas dengan Kereta Commuter Lokal, Woosh (Kereta Cepat Jakarta-Bandung), serta moda transportasi umum lainnya. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kelancaran mobilitas bagi suporter dan pengunjung, memastikan bahwa stadion mudah diakses oleh semua kalangan.
Rencana Besar GBLA: Rumput Kelas Eropa dan Pembangunan Stadion Pendamping
Sementara itu, Direktur Utama PT PBB, Glenn Sugita, memiliki visi besar untuk meningkatkan kualitas rumput di Stadion GBLA agar setara dengan standar Eropa. Salah satu langkah yang diambil adalah melibatkan ahli rumput lapangan golf untuk memastikan kualitas terbaik. Perawatan khusus juga akan diterapkan agar kondisi lapangan tetap prima sepanjang musim kompetisi.
Selain itu, Stadion Pendamping Persib di kompleks GBLA sedang dalam tahap perbaikan. Saat ini, stadion tersebut sudah bisa digunakan untuk latihan, tetapi masih memerlukan peningkatan fasilitas. Direncanakan sebelum akhir musim Liga 1 2024/2025, skuad Persib sudah dapat menggunakan stadion ini untuk latihan rutin.
Nasib Pembangunan Training Center Persib
Meskipun banyak proyek sedang berjalan, pembangunan training center Persib Bandung masih memerlukan waktu sekitar tiga tahun. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk pemadatan lahan yang masih berupa tanah basah serta perencanaan desain dan pencarian sponsor.
Namun, jika Persib sukses menjuarai Liga 1 2024/2025 secara berturut-turut, kemungkinan besar mereka akan mendapatkan sponsor besar, termasuk untuk penamaan stadion GBLA. Salah satu nama yang ramai diperbincangkan adalah Allianz, perusahaan asuransi internasional asal Jerman yang telah mensponsori berbagai stadion top dunia, seperti Allianz Arena di Jerman. Jika kerja sama ini terwujud, tidak menutup kemungkinan GBLA akan berganti nama menjadi Allianz GBLA Stadium.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
