
Paul Munster dalam tekanan usai hasil buruk Persebaya Surabaya dalam beberapa laga terakhir di Liga 1. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali menjadi sorotan tajam usai kekalahan 2-0 dari Dewa United di Stadion Pakansari. Kekalahan itu membuat Green Force turun ke peringkat ketiga klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2024/2025 dengan raihan 41 poin.
Hasil tersebut memperpanjang catatan buruk Persebaya Surabaya dalam enam pertandingan terakhir. Tim asuhan Paul Munster hanya mampu mengoleksi satu poin, hasil dari lima kekalahan dan satu hasil imbang.
Kekalahan-kekalahan itu didapat dari Bali United, PSS Sleman, Malut United, Barito Putera, dan Persis Solo. Satu-satunya poin diraih melalui hasil imbang 1-1 melawan Persita Tangerang di Gelora Bung Tomo.
Performa buruk ini memicu kekecewaan besar di kalangan Bonek dan Bonita. Mereka mulai mempertanyakan kapabilitas Paul Munster dalam mengangkat prestasi Persebaya Surabaya.
Manajemen Persebaya Surabaya pun tak tinggal diam. Usai kekalahan 1-2 dari Persis Solo, mereka mengeluarkan ultimatum terkait nasib Munster. Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, menegaskan posisi Paul Munster akan dievaluasi berdasarkan hasil dua laga berikutnya. Yakni menghadapi PSBS Biak dan Dewa United.
”Dengan hasil di Solo ini, dan memperhatikan permainan Persebaya sejak memasuki putaran kedua, manajemen Persebaya akan menentukan posisi Coach Paul Munster dalam dua pertandingan ke depan, melawan PSBS Biak dan Dewa United,” katas Candra Wahyudi, direktur operasional Persebaya Surabaya.
Pertandingan melawan PSBS Biak di Gelora Bung Tomo pada 15 Februari menjadi titik awal evaluasi. Persebaya Surabaya berhasil meraih kemenangan yang sempat menghidupkan asa. Namun harapan itu kembali meredup usai kekalahan dari Dewa United pada 21 Februari di Stadion Pakansari. Tekanan pun semakin besar menghampiri Paul Munster.
Wajah santainya kini mulai terlihat menyimpan ketegangan yang tak bisa disembunyikan. Situasi ini membuat manajemen akhirnya memanggil Munster untuk membahas evaluasi tim. Setelah pembahasan tersebut, manajemen memberi kesempatan terakhir bagi Munster. Laga melawan Persib Bandung pada 1 Maret 2025 akan menjadi penentuan masa depan sang pelatih.
Candra Wahyudi menegaskan hanya kemenangan yang bisa menyelamatkan posisi Munster. Jika gagal, itu akan menjadi pertandingan terakhirnya bersama Green Force.
”Manajemen Persebaya telah memanggil Coach Paul Munster untuk mendiskusikan situasi terkini, termasuk evaluasi dua pertandingan terakhir melawan PSBS dan Dewa United. Hasilnya, manajemen memberi kesempatan kepada Coach Munster untuk membuktikan pada pertandingan melawan Persib Bandung pada 1 Maret nanti. Ini kesempatan terakhir, Targetnya adalah menang. Jika tidak, ini akan menjadi pertandingan terakhir Coach Munster,” Candra Wahyudi, Direktur Operasional Persebaya, Minggu (23/2/2025).
Tekanan besar tak hanya datang dari manajemen. Suporter juga mendesak perubahan demi mengembalikan performa terbaik Persebaya Surabaya. Meski berada di bawah tekanan luar biasa, Munster berusaha tetap tenang. Ia memilih fokus menatap laga melawan Persib.
“Saya fokus kepada pertandingan Persib (ketika ada tambahan kesempatan dari manajemen 1 pertandingan lagi hadapi Persib), ini adalah fokus saya. Saya fokus kepada tim, mempersiapkan yang terbaik yang bisa kita lakukan, jika kita menang kita bisa bangkit dan bisa mendapatkan mentalitas pemenang kembali,” ujar Munster dengan raut wajah tertekan, Minggu (23/2/2025).
Munster sadar laga melawan Persib bukan sekadar soal tiga poin. Ini adalah pertandingan yang menentukan masa depannya di kursi pelatih Persebaya Surabaya.
Suporter pun berharap tim kesayangan mereka bisa bangkit di momen krusial ini. Dukungan penuh dipastikan akan mengalir deras di Gelora Bung Tomo.
Dengan sisa 10 pertandingan hingga akhir musim, Persebaya Surabaya harus segera menemukan konsistensi. Asa untuk meraih gelar juara masih terbuka, tetapi tak ada ruang untuk kesalahan. Paul Munster harus membuktikan dirinya masih layak memimpin Green Force. Kemenangan melawan Persib bisa menjadi titik balik sekaligus penyelamat kariernya di Surabaya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
