
Pesepak bola Persebaya Bruno Moreira Soares berebut bola dengan dengan pesepak bola Dewa United Alfriyanto Nico pada pertandingan Liga 1 2024/2025 di stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat (21/2/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com — Performa Persebaya Surabaya di pekan ke-24 Liga 1 Indonesia 2024/2025 semakin menjadi sorotan tajam. Tim kebanggaan Bonek ini gagal melanjutkan tren positif setelah takluk 2-0 dari Dewa United di Stadion Pakansari, Jumat (21/2/2025) malam WIB.
Kekalahan tersebut membuat posisi pelatih Paul Munster semakin terancam. Manajemen sebelumnya sudah memberikan ultimatum agar Persebaya Surabaya meraih poin maksimal dalam dua pertandingan beruntun usai kekalahan dari Persis Solo.
Persebaya Surabaya sempat meraih kemenangan di laga sebelumnya, namun kekalahan ini kembali memanaskan kursi Munster. Posisi Persebaya Surabaya di klasemen sementara pun tergeser dan kini berada di peringkat ketiga dengan 41 poin.
Dewa United yang berhasil menang langsung mengambil alih posisi kedua dengan keunggulan dua angka. Situasi ini membuat Persebaya Surabaya harus berjuang lebih keras di sisa musim untuk tetap bersaing di papan atas.
Alexis Messidoro membuka keunggulan Dewa United saat laga baru berjalan setengah jam. Tak lama berselang, Alex Martins menggandakan keunggulan tuan rumah hanya tujuh menit kemudian.
Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, menegaskan kekalahan menyakitkan bagi Green Force. Hasil ini menjadi pukulan telak mengingat Persebaya Surabaya sedang berupaya bangkit di bawah arahan Munster.
Di balik performa yang semakin menurun, terselip fakta mencengangkan soal minimnya kontribusi assist dalam 26 gol Persebaya Surabaya di Liga 1. Hingga pekan ke-24, Persebaya Surabaya menjadi tim dengan rata-rata assist terendah di Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Data menunjukkan Persebaya Surabaya hanya mencatatkan 12 assist dari 24 pertandingan yang telah dilakoni. Rata-rata assist mereka hanya 0,5 per pertandingan, angka yang terburuk dibandingkan tim-tim lain di kompetisi.
Sebagai perbandingan, PSIS Semarang yang berada di posisi 17 masih memiliki rata-rata assist 0,57. Persis Solo yang juga terpuruk mencatatkan 0,63 assist per laga, jauh lebih baik dari Persebaya Surabaya.
Catatan ini menjadi bukti nyata gol Persebaya Surabaya lebih banyak tercipta dari aksi individu atau situasi bola mati. Skema permainan terbuka yang seharusnya menjadi andalan Munster terlihat tidak berjalan efektif.
Minimnya assist juga menunjukkan kurangnya kerja sama tim dalam membangun serangan. Umpan-umpan kreatif yang menjadi kunci menciptakan peluang tampaknya masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Persebaya Surabaya.
Paul Munster sebagai pelatih tentu menjadi pihak yang paling disorot atas situasi ini. Taktik dan strategi yang diterapkannya dianggap belum mampu mengeluarkan potensi terbaik dari para pemain.
Padahal, Persebaya Surabaya memiliki sejumlah pemain berkualitas dengan kemampuan menyerang yang mumpuni. Nama-nama seperti Bruno Moreira, Francisco Rivera, dan Mohammed Rashid seharusnya bisa menjadi motor permainan.
Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan ketergantungan pada aksi individu lebih dominan. Gol-gol Persebaya Surabaya lebih sering lahir dari dribel pemain atau eksekusi bola mati seperti penalti dan tendangan bebas.
Situasi ini jelas menjadi sinyal bahaya bagi Paul Munster jika tak segera melakukan evaluasi. Manajemen Persebaya Surabaya yang sudah memberikan ultimatum tentu tidak akan segan mengambil keputusan tegas.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
