Seremonial pemberian penghargaan pemenang MLSC. (Dok. Djarum Foundation)
JawaPos.com - Pengembangan sepak bola putri di Indonesia membutuhkan konsistensi dalam penyelenggaraan turnamen serta peningkatan kompetensi panitia. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan sekolah-sekolah agar turut berperan dalam pengembangan sepak bola putri sejak usia dini.
Gelaran MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025 diharapkan menjadi ajang bagi talenta-talenta muda sepak bola putri Indonesia untuk berkembang. Program Director MLSC, Teddy Tjahjono, menegaskan bahwa turnamen usia dini sangat penting dalam menumbuhkan kepercayaan masyarakat, khususnya sekolah, terhadap perkembangan sepak bola putri.
"Sekolah adalah pilar utama dalam membangun sepak bola putri. Dengan adanya MLSC, banyak sekolah mulai serius mengembangkan ekstrakurikuler sepak bola putri," ujar Teddy saat MLSC Seri Semarang di Stadion Undip, Minggu, (16/2).
Bahkan, lanjut Teddy, beberapa sekolah sudah mendirikan Sekolah Sepak Bola (SSB) khusus putri. Ini menunjukkan bahwa ekosistem sepak bola putri semakin berkembang dan mendapat dukungan luas.
Turnamen ini mendapat antusiasme tinggi, dengan 1.225 siswi dari 66 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) di Semarang yang berpartisipasi. Mereka terbagi dalam 30 tim Kelompok Umur (KU) 10 dan 82 tim KU 12.
Brand Manager MilkLife, Adrian Tan, menyatakan bahwa MLSC tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga mendukung pembentukan generasi hebat di masa depan.
“Turnamen ini merupakan bentuk dukungan terhadap tujuh pilar tumbuh kembang anak sehat yang diinisiasi pemerintah, termasuk olahraga, konsumsi makanan bergizi, dan pembentukan kebiasaan baik,” ujar Adrian.
Kepala Sekolah SDN Klepu 03 Semarang, Didit Sulistio, menambahkan bahwa turnamen ini memberikan kesempatan bagi siswi untuk berprestasi di bidang non-akademik. Pihaknya bahkan telah menyusun program komprehensif dengan membentuk tim sepak bola putri dan mendirikan SSB di sekolahnya untuk mendukung perkembangan atlet muda.
Dengan semakin banyaknya sekolah yang terlibat, diharapkan ekosistem sepak bola putri di Indonesia semakin berkembang, sehingga dapat mencetak generasi pesepak bola berbakat di masa depan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
