Potret mantan pelatih Persebaya Surabaya Aleksandar Dimitrov Kostov semasa hidupnya. (corner.dir.bg)
JawaPos.com — Dunia sepak bola Bulgaria berduka atas kepergian Aleksandar Dimitrov Kostov. Sosok pelatih asing pertama dalam sejarah Persebaya Surabaya itu meninggal dunia pada Senin, 15 April 2019.
Sasho Kostov, begitu ia akrab disapa, menghembuskan napas terakhirnya di usia 81 tahun. Dilansir dari Gong.bg, mantan bintang Levski Sofia ini wafat akibat komplikasi masalah jantung.
Sebelumnya, ia sempat dilarikan ke rumah sakit karena kondisi kesehatannya yang menurun. Namun, nyawanya tak bisa diselamatkan meski telah mendapatkan perawatan medis.
Semasa hidupnya, Sasho adalah figur besar dalam sepak bola Bulgaria. Sebagai pemain, ia dikenal sebagai salah satu legenda Levski Sofia yang pernah berjaya di era 1950-an dan 1960-an.
Pria kelahiran 2 Maret 1938 ini membela Levski dalam kurun waktu 1956 hingga 1967. Selama berseragam klub berjuluk Si Biru itu, ia mencatatkan 281 penampilan dengan torehan 65 gol.
Bukan hanya moncer di level klub, Sasho juga pernah berseragam Timnas Bulgaria. Ia menjadi bagian dari skuat Bulgaria yang tampil dalam dua edisi Piala Dunia, yakni pada 1962 di Chile dan 1966 di Inggris.
Keikutsertaannya dalam dua turnamen bergengsi itu membuktikan kualitasnya sebagai seorang pemain. Ia berperan sebagai penyerang yang tajam dan sering merepotkan lini belakang lawan.
Setelah gantung sepatu, Sasho tak meninggalkan dunia sepak bola. Ia beralih profesi sebagai pelatih dan melanjutkan kiprahnya di berbagai klub.
Namanya semakin dikenal di Indonesia ketika datang sebagai pelatih Persebaya Surabaya. Ia menjadi pelatih asing pertama dalam sejarah klub kebanggaan Bonek tersebut.
Menurut catatan laman Sejarah Persebaya oleh Dhion Prasetya, Sasho Kostov mulai melatih Green Force pada tahun 1995. Saat itu, ia dipercaya menangani tim dalam ajang Liga Indonesia II (Liga Dunhill) musim 1995/1996.
Ekspektasi tinggi disematkan kepada pelatih asal Bulgaria itu. Publik Surabaya berharap ia bisa membawa Persebaya Surabaya berjaya di kompetisi nasional.
Kedatangan Sasho ke Surabaya juga menjadi awal masuknya pemain asing ke Persebaya Surabaya. Ia membawa tiga pemain dari Eropa Timur, yakni Plamen Kazakov (Bulgaria), Dejan Antonic (Yugoslavia), dan Branko Nadoveza (Yugoslavia).
Keputusan untuk mendatangkan pemain asing ini menjadi gebrakan tersendiri. Sebelumnya, Persebaya Surabaya lebih mengandalkan pemain lokal dalam kompetisi domestik.
Namun, hasil yang didapat Persebaya Surabaya di bawah asuhan Sasho tidak terlalu memuaskan. Meski memiliki skuat dengan materi pemain yang cukup mumpuni, Green Force gagal bersinar di kompetisi tersebut.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
