Kapten Persiraja Banda Aceh, Andik Vermansah. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com – Eks Persebaya Surabaya Andik Vermansah belakangan ini menjadi sorotan. Pasalnya, klub yang kini ia bela Persiraja Banda Aceh harus menerima kenyataan pahit setelah tumbang dari PSPS Pekanbaru dengan skor tipis 1-0 dalam babak playoff Liga 2 yang digelar di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, pada 11 Februari 2025.
Kekalahan ini sekaligus menutup peluang Laskar Rencong untuk promosi ke Liga 1. Hasil laga terakhir melawan Deltras tak lagi berpengaruh terhadap posisi Persiraja.
Yang membuat pertandingan ini semakin menjadi sorotan adalah berbagai keputusan kontroversial dari wasit Amri Nurhadi. Keputusan tersebut dianggap tidak sesuai dengan aturan. Situasi ini memicu kekesalan sejumlah pemain Persiraja, termasuk kapten mereka, Andik Vermansah.
Winger Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 itu mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial Instagram-nya. Ia menulis kalimat yang menyiratkan perasaannya terhadap sistem sepak bola Indonesia.
"Jadi pemain bola pro dari 2008 sampai sekarang, main bola kayak jadi wayang," tulis Andik dalam Instagram story.
Selain itu, bapak satu anak ini mengeluhkan Liga 2 yang ia nilai bobrok. "Liga bobrok," tulis Andik disertai mention kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir, PT. LIB hingga PSSI.
Bukan hanya Andik, gelandang Persiraja, Adam Maulana, juga meluapkan kekesalannya. Pemain yang juga pernah membela Persebaya ini menyatakan bahwa perjuangannya sejak kecil untuk menjadi pesepak bola terasa sia-sia.
"Sia-sia ikut sekolah sepak bola dari kecil, pas jadi pemain bola ujung-ujungnya dikerjain orang," keluhnya.
Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab ketidakpuasan para pemain adalah absennya teknologi Video Assistant Referee (VAR) di Liga 2 Indonesia. Tanpa teknologi tersebut, keputusan wasit kerap dipertanyakan dan menimbulkan kontroversi di lapangan.
Andik sendiri kini tengah menjalani musim keduanya bersama Persiraja Banda Aceh. Pemain kelahiran Jember berusia 33 tahun ini sebelumnya hampir membawa timnya promosi pada musim lalu.
Meski mendapatkan tawaran dari beberapa klub Liga 1 dan Liga 2 di awal musim, ia memilih bertahan di Persiraja. Ia memiliki tekad untuk menuntaskan misinya yang sempat tertunda.
Namun, hasil yang didapat di babak playoff kali ini membuatnya merasa terluka. Baginya, perjuangan bersama Persiraja berakhir dengan kenyataan yang mengecewakan.
Kegagalan untuk membawa klub kebanggaan masyarakat Aceh untuk kembali ke Liga 1, ditengarai menjadi alasan kekecewaan Andik pada Liga.
"Saya bertahan di sini (Persiraja) untuk menyelesaikan misi musim lalu (untuk ke Liga 1) yang gagal," ungkapnya kepada JawaPos.com setelah pertandingan melawan PSIM pada 31 Januari 2025.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
