Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Februari 2025 | 02.52 WIB

Andik Vermansah Merasa Jadi Wayang di Sepak Bola Indonesia, Sebut Liga 2 Bobrok dan Keluhkan Kerja Kontroversial Wasit Amri Nurhadi

Kapten Persiraja Banda Aceh, Andik Vermansah. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com – Eks Persebaya Surabaya Andik Vermansah belakangan ini menjadi sorotan. Pasalnya, klub yang kini ia bela Persiraja Banda Aceh harus menerima kenyataan pahit setelah tumbang dari PSPS Pekanbaru dengan skor tipis 1-0 dalam babak playoff Liga 2 yang digelar di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, pada 11 Februari 2025.

Kekalahan ini sekaligus menutup peluang Laskar Rencong untuk promosi ke Liga 1. Hasil laga terakhir melawan Deltras tak lagi berpengaruh terhadap posisi Persiraja.

Yang membuat pertandingan ini semakin menjadi sorotan adalah berbagai keputusan kontroversial dari wasit Amri Nurhadi. Keputusan tersebut dianggap tidak sesuai dengan aturan. Situasi ini memicu kekesalan sejumlah pemain Persiraja, termasuk kapten mereka, Andik Vermansah.

Winger Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 itu mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial Instagram-nya. Ia menulis kalimat yang menyiratkan perasaannya terhadap sistem sepak bola Indonesia.

"Jadi pemain bola pro dari 2008 sampai sekarang, main bola kayak jadi wayang," tulis Andik dalam Instagram story.

Selain itu, bapak satu anak ini mengeluhkan Liga 2 yang ia nilai bobrok. "Liga bobrok," tulis Andik disertai mention kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir, PT. LIB hingga PSSI.

Bukan hanya Andik, gelandang Persiraja, Adam Maulana, juga meluapkan kekesalannya. Pemain yang juga pernah membela Persebaya ini menyatakan bahwa perjuangannya sejak kecil untuk menjadi pesepak bola terasa sia-sia.

"Sia-sia ikut sekolah sepak bola dari kecil, pas jadi pemain bola ujung-ujungnya dikerjain orang," keluhnya.

Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab ketidakpuasan para pemain adalah absennya teknologi Video Assistant Referee (VAR) di Liga 2 Indonesia. Tanpa teknologi tersebut, keputusan wasit kerap dipertanyakan dan menimbulkan kontroversi di lapangan.

Andik sendiri kini tengah menjalani musim keduanya bersama Persiraja Banda Aceh. Pemain kelahiran Jember berusia 33 tahun ini sebelumnya hampir membawa timnya promosi pada musim lalu.

Meski mendapatkan tawaran dari beberapa klub Liga 1 dan Liga 2 di awal musim, ia memilih bertahan di Persiraja. Ia memiliki tekad untuk menuntaskan misinya yang sempat tertunda.

Namun, hasil yang didapat di babak playoff kali ini membuatnya merasa terluka. Baginya, perjuangan bersama Persiraja berakhir dengan kenyataan yang mengecewakan.

Kegagalan untuk membawa klub kebanggaan masyarakat Aceh untuk kembali ke Liga 1, ditengarai menjadi alasan kekecewaan Andik pada Liga.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore