Persikabo 1973 menjadi tim pertama yang dipastikan terdegradasi dari Liga 2 Indonesia 2024/2025. (Dok. Persikabo)
JawaPos.com - Nasib baik tak kunjung menghampiri Persikabo 1973. Tim kebanggaan masyarakat Bogor itu terus mengalami keterpurukan, di mana Laskar Padjadjaran -julukan Persikabo- kini telah dipastikan kembali terdegradasi dan turun kasta ke Liga 3.
Sejak kemunculannya pada 2015, Persikabo 1973 sempat menuai kontroversi karena kerap berganti nama. Mulai dari PS TNI (2015), PS TIRA (2018), PS TIRA-Persikabo (2019), hingga akhirnya Persikabo 1973 setahun berselang.
Meski sering ganti nama, Persikabo 1973 pada masanya pernah menjadi tim yang cukup konsisten dan bertahan cukup lama di Liga 1. Mereka beberapa kali terhindar dari degradasi.
Selain itu, Persikabo 1973 juga dikenal sebagai tim yang kerap menemukan penyerang asing ganas saat masih bertahan di Liga 1. Bahkan ada satu musim di mana Laskar Padjadjaran memiliki predator ganas yang menjadi top skor.
Yakni pada Liga 1 2018, PS Tira menemukan striker gacor bernama Aleksandar Rakic. Didatangkan dari klub India, penyerang asal Serbia itu langsung menjadi top skor di musim pertamanya di Indonesia. Dia mencetak total 21 gol.
Ketajaman Rakic mengungguli David da Silva (Persebaya Surabaya) dengan 20 gol dan Marko Simic (Persija Jakarta) dengan 18 gol. Dia juga jadi sosok yang menyelamatkan PS Tira dari jurang degradasi. Mereka finish di urutan ke-15, satu tingkat di atas zona merah.
Pada musim berikutnya, Rakic hengkang ke Madura United FC. Tapi PS TIRA-Persikabo langsung mendapatkan pengganti bomber yang tak kalah tajam, yakni Ciro Alves pada Liga 1 2019.
Kebetulan, itu juga jadi musim pertama Ciro Alves di Indonesia. Ketajamannya memang tak seperti Rakic karena dia hanya mencetak 14 gol. Tapi torehan itu cukup ciamik karena setara dengan David da Silva.
Pada 2020, Liga 1 dihentikan. Tapi Ciro Alves tetap bertahan di Persikabo 1973 untuk Liga 1 2021/2022. Di musim itulah Ciro makin matang. Penyerang yang kini memperkuat Persib Bandung suskes mencetak 20 gol, sama seperti Carlos Fortes dari Arema FC.
Torehan 20 gol tersebut hanya kurang tiga gol dari gol dari Ilija Spasojevic, predaror Bali United FC yang menjadi top skor Liga 1 2021/2022. Penampilan Ciro Alves juga berperan besar membawa Persikabo 1973 finish di posisi ke-10, peringkat terbaik selama di Liga 1.
Sayang setelah itu Persikabo 1973 menurun. Pada musim 2022/2023, Laskar Padjadjaran terseok-seok tapi masih selamat dari degradasi. Penyerang Pedro Henrique dari Timor Leste tidak setajam Rakic dan Ciro.
Persikabo 1973 akhirnya terdegradasi dari Liga 1 2023/2024. Mereka menempati juru kunci dengan hanya 20 poin dalam 34 pertandingan. Persikabo turun kasta bersama Bhayangkara Presisi Indonesia FC dan Rans Nusantara FC.
Terdegradasi dari Liga 1 musim lalu nyatanya tak membuat Persikabo 1973 berbenah. Pada Liga 2 2024/2025, performanya makin merosot drastis.
Persikabo 1973 yang masuk di grup 1 musim reguler, menempati urutan buncit alias posisi 9. Laskar Padjadjaran cuma dapat satu kemenangan dan dua imbang, yang berarti total 5 poin dalam 16 pertandingan.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
