Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Februari 2025 | 19.11 WIB

Aturan AFC Jadi Penghalang, Dua Pemain Keturunan Gagal Perkuat Timnas U-20 di Piala Asia 2025

Dua pemain naturalisasi, Tim Geypens dan Dion Markx dipastikan tidak bisa membela Timnas U-20 di ajang Piala Asia 2025. (Transfermrkt) - Image

Dua pemain naturalisasi, Tim Geypens dan Dion Markx dipastikan tidak bisa membela Timnas U-20 di ajang Piala Asia 2025. (Transfermrkt)

JawaPos.com - Tim nasional Indonesia U-20 menghadapi situasi yang kurang menguntungkan menjelang Piala Asia U-20 2025 di China. Dua pemain keturunan yang akan disumpah pada 8 Februari mendatang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), Tim Geypens dan Dion Markx, terpaksa tidak bisa memperkuat Garuda Muda di turnamen tersebut karena terbentur regulasi AFC.

Proses naturalisasi kedua pemain muda keturunan Eropa ini baru selesai pada Februari 2025. Hal ini terlambat dari batas waktu pendaftaran pemain yang ditetapkan AFC yakni 13 Januari 2025. Sesuai regulasi AFC, setiap tim peserta wajib menyerahkan daftar pemain final paling lambat 30 hari sebelum pertandingan pertama di fase grup.

Pelatih Indra Sjafri sebenarnya telah merencanakan untuk mengandalkan kedua pemain ini di lini serang timnas U-20. Namun, keterlambatan proses naturalisasi membuat rencana tersebut harus diubah. Skuad harus didaftarkan tanpa kehadiran Geypens dan Markx.

Meski demikian, Menpora Dito Ariotedjo memberikan pandangan optimis. Menurutnya, kedua pemain masih memiliki kesempatan untuk membela Indonesia di ajang lain, termasuk Piala Dunia U-20 jika tim berhasil lolos. Mereka juga berpotensi memperkuat timnas senior Indonesia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026.

Piala Asia U-20 2025 sendiri akan dimulai pada 13 Februari mendatang di China. Turnamen ini menjadi ajang penting bagi Indonesia dalam upaya meraih tiket ke Piala Dunia U-20. Meski tanpa dua pemain keturunan tersebut, timnas U-20 tetap fokus mempersiapkan skuad terbaik untuk menghadapi kompetisi bergengsi ini.

Ketidakhadiran Geypens dan Markx memang menjadi pukulan bagi tim. Namun, hal ini juga membuka kesempatan bagi pemain lokal lainnya untuk unjuk kemampuan di level internasional. Ke depannya, PSSI perlu mempertimbangkan proses naturalisasi yang lebih terencana agar tidak terbentur dengan regulasi kompetisi internasional. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore