Paul Munster harus mengakui rekor buruk barunya bersama Persebaya Surabaya di Liga 1 musim ini. (Media Persebaya)
JawaPos.com - Situasi Paul Munster di Persebaya Surabaya tengah memanas menyusul rentetan hasil buruk yang dialami tim berjuluk Green Force itu di awal putaran kedua Liga 1 2024/2025. Setelah tampil mengesankan di putaran pertama, Persebaya kini memasuki fase yang jauh dari harapan.
Hingga pekan ke-20, mereka telah menderita empat kekalahan beruntun, yakni melawan Bali United, PSS Sleman, Malut United, dan Barito Putera.
Kekecewaan dari Berbagai Pihak
Kondisi ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk manajemen klub dan para pendukung setia, Bonek. Presiden klub, Azrul Ananda, secara terbuka menyatakan rasa frustrasinya terhadap penurunan performa tim. Di sisi lain, Bonek meluapkan kekecewaan mereka melalui media sosial. Banyak dari mereka menyerukan agar Paul Munster mundur dari posisinya sebagai pelatih.
Dalam berbagai komentar di Instagram resmi klub, @officialpersebaya, beberapa nama calon pelatih baru mulai disebut-sebut sebagai pengganti Munster. Dua nama yang paling sering diusulkan adalah Pieter Huistra dan Thomas Doll, dua sosok pelatih Eropa yang memiliki rekam jejak baik di Liga 1 Indonesia.
Profil Dua Kandidat Pelatih
Pieter Huistra adalah pelatih asal Belanda yang baru saja meninggalkan Borneo FC. Ia dikenal dengan filosofi permainan berbasis penguasaan bola dan operan pendek, gaya yang disebut-sebut cocok dengan identitas Persebaya. Sebelumnya, Huistra berhasil membangun permainan yang solid bersama Borneo FC, sehingga banyak Bonek percaya ia mampu mengembalikan karakter permainan pasukan Green Force.
Sementara itu, Thomas Doll adalah pelatih asal Jerman yang memiliki pengalaman melatih tim-tim besar Eropa, termasuk Borussia Dortmund. Di Indonesia, ia pernah menukangi Persija Jakarta selama dua musim (2022/2023 hingga 2023/2024), sebelum mundur karena alasan keluarga. Selama masa jabatannya di Persija, Doll terbukti mampu membangun tim dengan mendatangkan sejumlah pemain Eropa, seperti Michael Krmencik, Ondrej Kudela, dan Hanno Behrens. Namun, pengalaman ini juga menunjukkan bahwa Doll cenderung membutuhkan anggaran besar untuk memenuhi kebutuhan strateginya, yang bisa menjadi tantangan bagi manajemen Persebaya.
Kendala Kontrak dan Kompensasi
Paul Munster sendiri masih memiliki sisa kontrak dengan Persebaya hingga 31 Mei 2025. Jika manajemen memutuskan untuk mengganti pelatih sebelum kontraknya berakhir, mereka harus bersiap mengeluarkan dana kompensasi yang tidak sedikit. Di sisi lain, baik Pieter Huistra maupun Thomas Doll saat ini berstatus tanpa klub, sehingga mereka relatif mudah untuk direkrut jika manajemen serius mencari pengganti Munster.
Reaksi Bonek: Harapan untuk Perubahan
Komentar-komentar di media sosial menggambarkan harapan besar Bonek terhadap perubahan kepemimpinan di kursi pelatih. Salah satu akun menulis, “Tolong, pertimbangkan nama Pieter Huistra sebagai pelatih baru. Filosofinya cocok dengan Persebaya. Kami rindu permainan cantik Persebaya, tapi juga tetap menang.” Sementara yang lain menyuarakan dukungan untuk Thomas Doll dengan komentar seperti, “Thomas Doll in, PM out.”
Kini, semua mata tertuju pada langkah manajemen Persebaya Surabaya dalam menyikapi situasi ini. Apakah mereka akan tetap mempertahankan Paul Munster hingga akhir musim, atau justru mengambil keputusan besar dengan mendatangkan salah satu dari dua kandidat pelatih asal Eropa tersebut?
Kedua pilihan ini tentu memiliki konsekuensi masing-masing, baik dari sisi finansial maupun teknis. Namun, dengan tekanan yang terus meningkat dari Bonek dan penurunan performa tim yang semakin terlihat, keputusan ini akan menjadi sangat krusial bagi perjalanan Persebaya di sisa musim Liga 1 2024/2025.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
