
Dime Dimov dan Dejan Tumbas masih diragukan tampil saat Persebaya Surabaya hadapi PSS Sleman. (Media Persebaya)
JawaPos.com – Persebaya Surabaya mengalami dilema sejak akhir putaran pertama hingga mengawali putaran kedua Liga 1 Indonesia musim ini. Betapa tidak, tim kebanggaan Bonek ini sudah empat kali mengalami kekalahan beruntun.
Persebaya pertama menyerah dari Bali United, kemudian disusul PSS Sleman, Malut United, dan terkini tumbang dari Barito Putera. Rentetan kekalahan itu membuat posisi Green Force mulai melorot ke posisi ketiga, meski sempat nyaman di puncak sebelumnya.
Lantas, apa penyebab Persebaya begitu terpukul dengan kekalahan yang mulai akrab menghampiri. Jika dilihat dari strategi permainan, Persebaya sebenarnya tak kalah dari empat klub yang berhasil menaklukkan skuad asuhan Paul Munster.
Munster hanya berujar tim asuhannya kurang lihai dalam mengonversi peluang, dan itu memang terbukti ketika Flavio Silva dan kolega tampak kesulitan melakukannya dalam empat laga terakhir.
Tapi, jika ditelisik lebih dalam, Persebaya sebenarnya kurang cerdik soal perekrutan pemain di bursa transfer paruh musim. Mereka mendapatkan beberapa pemain, termasuk dua legiun asing Dejan Tumbas dan Dime Dimov.
Namun, keberadaan mereka sepertinya kurang memenuhi ekspektasi dan kebutuhan tim kebanggan Bonek. Persebaya mengisi slot lini depan dan belakang, tapi melupakan kekurangan utama di lini tengah.
Absennya Francisco Rivera karena cedera menjadi masalah yang belum dapat dipecahkan Munster. Pelatih asal Irlandia Utara ini sempat memasukkan Mohammed Rashid untuk berduet dengan Gilson dan Toni Firmansyah, atau Kadek Raditya. Namun, hasilnya masih belum dapat menggantikan maestro asal Meksiko tersebut.
Coba lihat Persib, di mana mereka lihai dalam melakukan perekrutan. Ketika David da Silva mengalami cedera kambuhan, maka manajemen Maung Bandung lekas menambalnya dengan kehadiran Gervane Kastaneer. Pemain asal Curacao ini bahkan sukses mencetak gol perdananya bersama Persib ke gawang Arema FC.
Persija tak kalah piawai dalam memaksimalkan momentum di bursa transfer paruh musim. Ketika Carlos Pena selaku pelatih Persija mengeluh akan minimnya stok pertahanan, khususnya di lini kiri, maka manajemen Macan Kemayoran langsung merekrut Pablo Andrade.
Jadi, ketika Firza Andhika absen dan Dony Tri Pamungkas dipanggil memperkuat Timnas Indonesia U-20, Pena tak lagi pusing menyikapi kelemahan di sektor tersebut.
“Kabeh wong seng ngerti balbalan faham lek misal playmaker cedera bakal njukuk playmaker anyar gae serep, tapi klub iki gak, remekk,” ujar @cam***
“Harus e ZE Valente pulang malah nambah bek,” lanjut @dam***
“Wes d tawari Barata malah nekakno striker,” canda @dam***
“Tanpa rivera maene sayap+longball wes ngunu ae tengah gak urep blass,” keluh @dim***
Namun, Persebaya tak dapat berbuat banyak selain memaksimalkan pemain yang ada, apalagi bursa transfer paruh musim sudah ditutup. Bonek kini hanya berharap tim kesayangan dapat memaksimalkan satu laga tersisa bulan ini, yakni menghadapi Persita Tangerang di Stadion GBT, Jumat (31/1).

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
