Persebaya belum terkalahkan dengan jersey putih (Doc. Persita)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya kini menghadapi tren buruk dengan berbagai pilihan jersey mereka musim ini. Ketika memakai jersey hijau, yang merupakan warna utama tim, Green Force telah mengalami dua kekalahan, yakni saat melawan Bali United (0-2) dan Barito Putera (0-3).
Hal serupa terjadi saat menggunakan jersey merah yang menjadi jersey ketiga, dengan kekalahan dari Persib Bandung (0-2) dan PSS Sleman (1-3). Bahkan, jersey keempat berwarna kuning yang baru diluncurkan juga belum membawa keberuntungan, setelah kalah 0-2 melawan Malut United di kandang sendiri, Gelora Bung Tomo.
Namun, ada secercah harapan dari jersey away berwarna putih. Dalam dua kali pemakaian jersey ini, Persebaya berhasil meraih hasil positif, yaitu menang 1-2 melawan Persita Tangerang dan menahan imbang Malut United 0-0.
Hal ini memunculkan opini dari kalangan Bonek dan pecinta sepak bola, yang meminta Persebaya untuk lebih sering menggunakan jersey putih demi mengubah tren buruk tim.
Salah satu komentar menarik datang dari akun Instagram @ojerzio, yang menuliskan, "Coba tiru timnas Indonesia, Jol. Pake jersey putih bisa menangan. Persik juga pernah pake putih jadi jago." Pernyataan ini merujuk pada keberhasilan timnas Indonesia dan klub lain yang kerap meraih hasil baik dengan jersey putih mereka.
Timnas Indonesia sendiri pernah memakai jersey berwarna putih yang merupakan kostum tandang, saat bermain di Gelora Bung Karno. Hal ini terjadi lantaran jersey yang diproduksi oleh Erspo tersebut dipercaya membawa banyak keberuntungan.
Situasi ini menambah sorotan terhadap pelatih Paul Munster, yang kini berada dalam tekanan besar akibat performa tim yang mengecewakan. Dalam empat pertandingan terakhir, Persebaya tidak hanya kalah, tetapi juga hanya mampu mencetak satu gol dari penalti saat melawan PSS Sleman, sementara total kebobolan mencapai sepuluh gol.
Hasil vs Barito Bikin Paul Munster Kaget
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Paul Munster, yang tengah berada di bawah tekanan besar, mengungkapkan keterkejutannya atas rentetan hasil buruk yang dialami Persebaya Surabaya.
“Empat kekalahan beruntun ini tidak bisa diterima. Jujur, saya sangat syok. Sebab ini tidak seperti yang kami harapkan. Apalagi kami berada di posisi dua di klasemen,” ujar Munster.
Kekalahan besar dari Barito Putera melengkapi hasil mengecewakan sebelumnya, yakni kekalahan dari Bali United, PSS Sleman, dan Malut United. Dalam pertandingan melawan Barito Putera, Persebaya terlihat kehilangan performa terbaiknya. Munster bahkan menyoroti ketidakmampuan timnya mencetak gol meskipun memiliki beberapa peluang.
“Secara keseluruhan hasil ini mengecewakan. Cara kami kebobolan tak bisa diterima. Kekecewaan terbesar adalah kami gagal mencetak gol. Padahal, jika kami bisa mencetak gol, itu akan mengembalikan rasa percaya diri tim,” tambah Munster.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun tim bermain lebih baik di babak kedua, mereka tetap tidak mampu memanfaatkan peluang yang ada.
Di sisi lain, Bonek terus mendesak Munster untuk segera mundur. Kehadiran jersey putih yang dianggap membawa keberuntungan bisa menjadi salah satu opsi untuk meredakan tekanan, setidaknya dari sisi psikologis.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
