
Pelatih Persebaya Surabaya Paul Munster apresiasi kinerja wasit Ko Hyung-Jin asal Korea Selatan. (Media Persebaya)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya kembali menjadi sorotan. Bukan hanya karena performa mereka di lapangan. Kritik tajam dari Bonek juga terhadap pelatih kepala Paul Munster.
Gaya permainan Persebaya Surabaya dianggap terlalu pragmatis dan monoton menjadi pemicu utama derasnya evaluasi dari suporter fanatik Green Force ini.
Dalam unggahan sesi latihan yang dibagikan melalui akun resmi media sosial Persebaya Surabaya, komentar-komentar bernada keras langsung memenuhi kolom respons.
Sebagian Bonek menilai taktik Munster yang sering mengandalkan serangan balik cepat melalui kedua sayap tidak lagi efektif menghadapi lawan-lawan berat di Liga 1. Mereka menuntut perubahan mendasar pada strategi permainan tim.
Kritik ini semakin deras setelah Persebaya Surabaya gagal mempertahankan posisi puncak klasemen yang sebelumnya nyaman mereka duduki.
Kini, Green Force tertinggal tiga poin dari pemuncak klasemen Persib Bandung, yang juga baru saja menelan kekalahan di pekan ke-19. Di sisi lain, Persija Jakarta terus membayangi di peringkat ketiga dengan poin yang sama.
Dalam sesi latihan pada Senin (20/1), sejumlah komentar pedas kembali menghiasi unggahan Persebaya Surabaya. "Main taktik nyerang ojok ngenteni, kunci kemenangan adalah nyerang bukan bertahan. Story ne Rivera wes ready dang di maino ojok di simpen ae, butuh kemenangan iki," tulis salah satu akun yang menyuarakan keprihatinan terhadap minimnya kreativitas serangan tim.
Komentar lain juga menyebutkan Munster perlu fokus pada pembenahan transisi permainan yang sering menjadi kelemahan saat menghadapi tim-tim tangguh.
"Coach, cara bermainmu harus dirubah! Jangan bermain bertahan lalu menyerang. Kita punya pemain bagus, harus dimaksimalkan. Cobahlah bermain menyerang walaupun sudah unggul," tulis akun lain.
Tak hanya itu, gaya komunikasi Munster di media juga mendapat sorotan tajam. Beberapa suporter meminta pelatih asal Irlandia Utara ini untuk lebih banyak berbicara lewat strategi di lapangan ketimbang pernyataan ambisius yang justru menambah tekanan pada tim.
"Coach, tolong ojok kakean ngoceh ndek media. Fokus perbanyak taktik dan benahi mental pemain," kritik salah satu akun.
Bonek juga menilai Munster terlalu bergantung pada pola serangan sayap yang mudah ditebak lawan. Pola ini dianggap tidak seimbang dengan kualitas pemain tengah yang dimiliki Persebaya Surabaya, seperti Francisco Rivera, yang justru lebih efektif bermain dengan skema penguasaan bola.
"Latihan teknik seranganmu, ojok monoton ng sayap ae. Tetap semangat, optimis 3 poin!" tulis akun lainnya.
Tuntutan perubahan gaya bermain ini juga dilatarbelakangi oleh performa beberapa pemain kunci yang dianggap belum dimaksimalkan.
Francisco Rivera, yang sebelumnya menjadi pemain terbaik Liga 1 Indonesia 2023/2024, kini belum bisa diturunkan dalam skuad utama. Bonek mendesak Munster segera mencari solusi pengganti Rivera yang tengah pemulihan dari cedera, mengingat kreativitasnya di lini tengah sangat dibutuhkan.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
