Skuad Persik Kediri memiliki persaingan yang cukup ketat di setiap posisi. (@persikofficial)
JawaPos.com - Laga lanjutan Liga 1 Indonesia yang mempertemukan Bali United vs Persik Kediri di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu (12/1), berkesudahan dengan kemenangan Persik Kediri 1-3. Bali United tak mampu memanfaatkan keunggulan dukungan suporter tuan rumah.
Gol dari Persik Kediri dipersembahkan oleh pemain asing Ze Valente, Majed Osman, dan satu gol bunuh diri kiper Bali United, Adilson Maringa. Sementara itu, gol dari tuan rumah yang sempat membuat harapan kembali memuncak dipersembahkan oleh Irfan Jaya pada menit ke-80.
Saat ini, Persik Kediri berada di peringkat urutan empat klasemen Liga 1. Persik terpaut empat poin dari Persija Jakarta dengan 34 poin. Sementara itu, Persib Bandung masih menjadi pemuncak klasemen dan Persebaya Surabaya berada di peringkat dua klasemen Liga 1.
Performa yang meningkat dari Persik Kediri saat ini mengingatkan pencinta sepak bola Liga Indonesia pada musim 2008/2009 ketika masih memakai format Divisi Utama. Persik Kediri di musim-musim sebelumnya sempat terseok-seok, sebelum akhirnya mengubah formasi permainan dan gaya bermain.
Ketika di musim 2008/2009, Persik Kediri mengakhiri musim dengan bertahan di peringkat empat. Dari empat peringkat yang ada di musim 2008/2009, hanya Persib Bandung yang konsisten terus berada di papan atas klasemen Liga Indonesia yang berubah-ubah format.
Persik Kediri di musim 2008/2009 juga diperkuat banyak nama gaek yang saat ini kebanyakan sudah tidak bermain. Veteran-veteran tersebut adalah Achmad Kurniawan di posisi penjaga gawang, lalu di barisan lini belakang ada nama Hamka Hamzah.
Hamka Hamzah saat ini aktif untuk menjalani kursus kepelatihan. Selain itu, ada nama Khusnul Yuli dan Mahyadi Panggabean yang malang-melintang di sepak bola Indonesia dan sempat menjadi andalan Tim Nasional Indonesia pada masanya.
Di lini tengah ada veteran Legimin Raharjo dan Jefri Dwi Hadi sebagai gelandang pengangkut air milik Persik Kediri. Lini tengah Persik Kediri juga diisi oleh pemain asing yang banyak menaungi klub Liga Indonesia, seperti Danilo Fernando asal Brasil.
Kemudian, di lini depan Persik Kediri, mereka memiliki trio lini serang yang menyeramkan dengan pemain asal Uruguay yang kemudian berpindah kewarganegaraan menjadi Indonesia. Pemain itu adalah Cristian 'El Loco' Gonzales, menjadi angkatan awal naturalisasi di sepak bola Indonesia.
Kiprah El Loco di Timnas Indonesia cukup iconik. Gol jarak jauh ketika di Piala AFF melawan Filipina di Gelora Bung Karno akan menjadi momen yang susah untuk hilang dari memori pencinta Timnas Indonesia.
Selain itu, ada nama Saktiawan Sinaga penyerang veteran yang malang-melintang di Liga Indonesia. Terakhir, ada nama Ronald Fagundez pemain asing tajam asal Uruguay. Ronald Fagundez berada di puncak kariernya ketika bergabung bersama Persik Kediri.
Saat ini, Persik Kediri juga diperkuat banyak pemain veteran, pemain muda, dan pemain asing yang sudah mengerti kultur sepak bola di Indonesia. Di antaranya adalah Rohit Chand, pemain asal Nepal yang sempat lama membela Persija Jakarta.
Ada juga striker Ze Valente, yang pernah bergabung bersama PSS Sleman dan Persebaya Surabaya beberapa musim sebelumnya. Mantan pemain muda yang digadang-gadang akan bersinar pada masanya, Yohanes Pahabol. Selain itu ada nama pemain muda Vava Mario Yagalo.
Vava Mario Yagalo adalah pemain muda binaan Persija Jakarta. Ezra Walian juga bergabung dengan tim Macan Putih pada pertengahan tahun 2024 lalu dari pesaing Persik Kediri saat ini, Persib Bandung. Terakhir, ada nama Muhammad Taufiq, yang sudah diputus kontrak

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
