Pemain Persebaya Surabaya, Francisco Rivera. (Istimewa)
JawaPos.com — Francisco Rivera terus menunjukkan performa impresif di Liga 1 Indonesia 2024/2025 bersama Persebaya Surabaya. Gelandang asal Meksiko itu menjadi motor serangan utama Green Force dengan catatan statistik yang luar biasa.
Hingga pekan ke-18, Francisco Rivera memimpin daftar pemain Persebaya Surabaya dengan rata-rata umpan kunci tertinggi. Ia mencatatkan 2,2 key passes per pertandingan, jauh meninggalkan rekan-rekannya yang lain.
Bruno Moreira dan Malik Risaldi yang juga dikenal kreatif di lapangan hanya mencatatkan 0,9 key passes per pertandingan. Sementara Flavio Silva dan Mohammed Rashid masing-masing mencatatkan 0,7 dan 0,6 per pertandingan.
Photo
Catatan ini menegaskan betapa pentingnya peran Francisco Rivera di lini tengah Persebaya Surabaya.
Sayangnya, kabar kurang menyenangkan menghantui tim menjelang laga melawan Malut United di Stadion Gelora Bung Tomo.
Rivera dikabarkan masih menjalani pemulihan cedera yang membuatnya diragukan tampil pada pertandingan Jumat (17/1/2025) mendatang. Absennya Rivera tentu menjadi kerugian besar bagi Persebaya Surabaya yang sedang berjuang keluar dari tren negatif.
Dalam dua laga terakhir, Persebaya Surabaya menelan kekalahan beruntun yang memengaruhi posisi mereka di klasemen sementara. Kekalahan 2-0 dari Bali United dan 3-1 dari PSS Sleman membuat Green Force harus turun ke peringkat dua di bawah Persib Bandung.
Kondisi ini membuat pelatih Paul Munster harus mencari solusi cepat untuk mengembalikan performa tim. Salah satu opsi adalah memaksimalkan peran Bruno Moreira dan Malik Risaldi sebagai pengganti Rivera di lini tengah.
Bruno Moreira dikenal dengan kemampuan dribelnya yang luar biasa dan dijuluki 'raja gocek' oleh Bonek. Sementara Malik Risaldi adalah pemain lokal yang memiliki kreativitas dan semangat juang tinggi di lapangan.
Meski begitu, kehilangan Rivera yang menjadi kreator utama serangan jelas bukan perkara mudah. Statistiknya yang konsisten menunjukkan betapa ia menjadi tumpuan dalam membongkar pertahanan lawan.
Di sisi lain, debut Dejan Tumbas saat melawan PSS Sleman memberikan sedikit angin segar bagi Persebaya Surabaya. Striker anyar asal Serbia itu menunjukkan adaptasi yang cukup cepat meski hanya bermain di babak kedua.
Dejan Tumbas sempat mencetak gol spektakuler pada menit ke-49 lewat tendangan akrobatik. Namun, gol tersebut dianulir oleh wasit setelah tinjauan VAR menunjukkan ia berada dalam posisi offside.
"Bukan hasil yang kami inginkan, tapi kami akan terus berjuang dan bekerja keras untuk mencapai tujuan kami," ujar Dejan Tumbas setelah pertandingan. Ia bertekad memberikan kontribusi maksimal pada laga-laga berikutnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
