Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Januari 2025 | 19.08 WIB

Rekor Buruk Persebaya Surabaya Jelang Hadapi Malut United! 3 Besar Koleksi Kartu Kuning Terbanyak Liga 1

Persebaya Surabaya harus waspada akumulasi kartu kuning jelang hadapi Malut United. (Media Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus segera bangkit dari kekalahan pahit melawan PSS Sleman di pekan ke-18 Liga 1 Indonesia 2024/2025. Kekalahan 3-1 itu menyisakan luka karena dua gol Persebaya Surabaya dianulir oleh wasit meski Bruno Moreira dan Dejan Tumbas berhasil mencetaknya.

Kini, Green Force tengah bersiap menghadapi Malut United di pekan ke-19 yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (17/1/2025). Meskipun menghadapi tim yang berada di papan tengah, Persebaya Surabaya tetap harus waspada, terutama dengan rekor kartu kuning yang mencemaskan.

Persebaya Surabaya saat ini menempati peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi 37 poin dari 18 pertandingan. Tim asuhan Paul Munster itu telah mencatatkan 11 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 3 kekalahan sepanjang musim ini.

Statistik mencatat Persebaya Surabaya telah mencetak 23 gol dan hanya kebobolan 16 kali, menunjukkan lini belakang yang cukup solid. Namun, masalah disiplin menjadi sorotan dengan tingginya jumlah kartu kuning yang diterima para pemain.

Rekor kartu kuning Persebaya membuat mereka berada di posisi ketiga terbanyak di Liga 1 musim ini. Green Force telah mengoleksi 43 kartu kuning, hanya kalah dari Bali United yang memimpin dengan 49 kartu dan PSS Sleman dengan 45 kartu.

Posisi Persebaya Surabaya di peringkat tiga besar kartu kuning ini menjadi peringatan serius bagi tim. Akumulasi kartu kuning tidak hanya membuat pemain berisiko absen, tetapi juga bisa merugikan secara finansial dengan denda dari Komdis PSSI.

Dalam laga melawan PSS Sleman, Persebaya Surabaya berpotensi membayar denda Rp 50 juta karena menerima 7 kartu kuning. Bahkan, pelatih Paul Munster pun tak luput dari kartu kuning dalam pertandingan tersebut, menambah kewaspadaan tim.

Malut United yang akan menjadi lawan berikutnya berada di posisi ke-12 klasemen dengan 22 poin. Tim ini telah mencatatkan 5 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 6 kekalahan dari total 18 laga yang sudah mereka jalani.

Secara statistik, Malut United telah mencetak 19 gol dan kebobolan 20 gol sepanjang musim ini. Performa mereka cukup stabil, tetapi bukan tanpa celah yang bisa dimanfaatkan oleh Persebaya Surabaya.

Meskipun secara kualitas Persebaya Surabaya lebih unggul, rekor buruk soal kartu kuning bisa menjadi hambatan besar. Setiap pelanggaran yang berujung kartu bisa memengaruhi ritme permainan dan merugikan tim dalam jangka panjang.

Komdis PSSI telah menetapkan aturan pada pasal 53 (Tingkah laku buruk tim) ketat terkait kartu kuning yang diterima tim dalam satu pertandingan. Jika sebuah tim menerima lebih dari 5 kartu kuning, denda berpotensi akan dijatuhkan, seperti yang dialami Persebaya Surabaya pekan lalu.

Beban finansial akibat denda tentu akan menjadi perhatian manajemen klub. Selain itu, absennya pemain kunci karena akumulasi kartu juga akan memengaruhi performa tim di pertandingan-pertandingan berikutnya.

Persebaya Surabaya harus belajar dari pengalaman buruk saat melawan PSS Sleman. Kekalahan tersebut tidak hanya mencoreng rekor tim, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya kedisiplinan di lapangan.

Menghadapi Malut United, Paul Munster perlu menyusun strategi yang tidak hanya efektif tetapi juga minim risiko kartu kuning. Para pemain harus bermain cerdas dan menghindari pelanggaran yang tidak perlu.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore