Bonek geram dengan aksi oknum polisi di laga PSS Sleman vs Persebaya Surabaya. (Instagram @kitabonek)
JawaPos.com — Laga pekan pertama putaran kedua Liga 1 Indonesia 2024/2025 antara PSS Sleman melawan Persebaya Surabaya menyisakan cerita pahit bagi Bonek. Pertandingan yang digelar di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (11/1), pukul 15.30 WIB itu berakhir dengan kekalahan Green Force 1-3 dari Super Elja.
Gol tunggal Persebaya Surabaya dicetak oleh Bruno Moreira melalui titik putih. Namun, sorotan utama justru datang dari luar lapangan akibat perlakuan oknum polisi terhadap para suporter Persebaya Surabaya.
Melalui akun Instagram @kitabonek, para suporter meluapkan kekecewaannya terhadap tindakan aparat keamanan yang dinilai arogan. Dalam unggahan tersebut, mereka menyampaikan suporter hanya ingin mendukung tim kebanggaan dan menjalin silaturahmi dengan suporter lain.
"Kami hanya supporter yang ingin mendukung tim kebanggaan dan membantu UMKM di sekitar stadion," tulis @kitabonek. Mereka juga menyoroti pentingnya sikap yang lebih santun dari aparat keamanan dalam menghadapi para suporter.
Dalam unggahan yang sama, @kitabonek mengkritik tindakan oknum polisi yang membentak suporter dengan kata-kata tidak pantas. Bahkan, insiden itu terjadi di depan anak-anak yang turut hadir mendukung tim kesayangannya.
“Tak seharusnya membentak dulur-dulur dengan kata-kata 'tawuran' atau ucapan yang tidak pantas," lanjut unggahan tersebut. Mereka menilai hal ini sebagai pelanggaran terhadap prinsip kebersamaan dan keamanan dalam sepak bola.
Bonek juga mengajak semua pihak untuk belajar dari kota Surabaya, di mana sinergi antara suporter dan aparat keamanan berjalan dengan baik. Hal ini terbukti dari suasana kondusif yang selalu tercipta dalam pertandingan kandang Persebaya Surabaya.
"Belajarlah dari kota Surabaya, yang mana dari supporter maupun pihak keamanan saling bersinergi," imbuh mereka. Sikap saling mendukung ini dinilai penting untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman di stadion.
Sementara itu, larangan kehadiran suporter tamu di laga tandang yang masih diberlakukan oleh PSSI dan PT LIB terus menjadi perdebatan. Bonek menilai kebijakan ini justru memicu kesalahpahaman di antara berbagai pihak, termasuk aparat keamanan.
Beberapa Bonek memberikan komentar pedas terhadap perlakuan oknum polisi tersebut. “Laporin aja dan ajarin sopan santun,” ujar salah satu suporter di kolom komentar.
Ada pula yang mengkritik cara komunikasi aparat keamanan yang dianggap tidak efektif. “Bengak-bengok koyo duwe cangkem dewe ae, omongi apik-apik lak iso,” tulis komentar lainnya.
Komentar-komentar ini menunjukkan betapa geramnya para suporter terhadap perlakuan tidak adil yang mereka alami. Mereka berharap aparat keamanan dapat lebih memahami tujuan para suporter yang hanya ingin menikmati sepak bola.
“Gak lapo-lapo kok dikongkon tawuran malah an,” sindir salah satu Bonek. Kritik ini ditujukan kepada aparat yang kerap memberikan stigma negatif kepada suporter.
Tidak sedikit pula yang mengungkapkan rasa kecewanya secara sarkastik. “Polisi? Ya udah gak kaget sih,” tulis seorang Bonek dengan nada sinis.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
