
Patrick Kluivert, calon pengganti pelatih timnas Indonesia. (Marca)
JawaPos.Com - Patrick Kluivert selangkah lagi akan menukangi Timnas Indonesia. Namun ditengah kabar baik tersebut, muncul laporan bahwa Kluivert mempunyai masa kelam di masa lampau.
Timnas Indonesia secara resmi berpisah dengan Shin Tae-yong setelah PSSI mengumumkannya pada hari Senin (6/1/2024). Keputusan ini diambil setelah evaluasi panjang, dengan PSSI menyebutkan hal tersebut dilakukan secara menyeluruh terhadap performa tim bersama Badan Tim Nasional Indonesia.
Selang beberapa jam setelah keputusan tersebut diambil, pakar transfer Fabrizio Romano memberikan sebuah kabar mengejutkan. Kluivert dinyatakan akan meneken kontrak dan segera diumumkan dalam waktu dekat.
"Patrick Kluivert akan menandatangani kontrak sebagai pelatih baru Indonesia, kesepakatan telah tercapai," ujar Romano dilansir dari akun X pribadinya.
"Kontrak dua tahun plus opsi perpanjang dua tahun, presentasi akan dilakukan pada 12 Januari di Indonesia.Targetnya adalah mencapai kualifikasi Piala Dunia."
Saat publik maupun pecinta sepak bola Indonesia berkutat dengan pro dan kontra perihal penunjukan Kluivert, sang pelatih rupanya mempunyai catatan kelam terkait kasus perjudian.
Dilansir dari laman Bleacher Report, pada tahun 2017 surat kabar Belanda De Volkskran mengatakan bahwa Kluivert menjadi korban pemerasan oleh geng kriminal selama bertahun-tahun setelah menumpuk utang judi lebih dari 1 juta euro.
Menurut laporan tersebut utang menumpuk yang dilakukan oleh Kluivert pada tahun 2011 dan 2012, ketika dia masih menjadi pelatih tim cadangan di FC Twente. Pada saat itu, aktivitas berjudi pada pertandingan klub sendiri tidaklah ilegal.
Legenda asal Belanda ini akhirnya tidak sedang diselidiki atas dugaan pengaturan skor, namun dirinya akhirnya terbebas usai sebagian besar utangnya telah dilunasi, menurut laporan tersebut.
Pengacaranya, Gerard Spong, menekankan bahwa investigasi yang sedang berlangsung berkisar pada geng kriminal, bukan Kluivert. Menurut laporan tersebut, Spong mengatakan bahwa kliennya adalah seorang “korban.”
Seperti yang diketahui, Kluivert merupakan anggota generasi emas Ajax Amsterdam dan mulai terkenal pada tahun 1995, saat dia mencetak gol kemenangan di final UEFA Champions League 1995 pada usia 18 tahun.
Pelatih berusia 48 tahun ini menjalani karier terbaiknya sebagai pesepak bola saat memperkuat Barcelona dan dia sempat merumput bersama AC Milan dan Newcastle United.
Kluivert melakoni laga terakhirnya pada 2008 dan langsung terjun ke dunia kepelatihan, dan debutnya adalah sebagai asisten di AZ Alkmaar. Kemudian karier kepelatihannya berlanjut ke berbagai tempat.
Mulai menjadi asisten pelatih Timnas Kamerun di tahun 2018, lalu lanjut menjadi manajer akademi Barcelona, dan dia pernah menjadi caretaker Timnas Curacao di tahun 2021.
Kluivert terakhir kali tercatat menjadi seorang pelatih adalah saat membesut klub Turki, Adana Demirspor di tahun 2023.
