Paul Munster nampak ingin segera datangkan pemain baru untuk Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya tengah menikmati musim terbaik mereka di era Liga 1 bersama pelatih Paul Munster. Dengan mengoleksi 37 poin dari 17 pertandingan, tim berjuluk Green Force itu mengukir sejarah sebagai musim paruh pertama terbaik mereka sejak promosi ke Liga 1 pada 2017.
Catatan 11 kemenangan, 4 hasil imbang, dan hanya 2 kekalahan menunjukkan konsistensi permainan Persebaya Surabaya. Posisi kedua di klasemen sementara menjadi bukti Persebaya Surabaya kembali menjadi ancaman serius di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Sebagai perbandingan, performa Persebaya Surabaya musim ini melampaui sejumlah musim sebelumnya. Pada musim debut mereka di Liga 1 Indonesia 2017/2018, Persebaya Surabaya mengumpulkan 50 poin dan finis di posisi kelima klasemen akhir.
Musim 2018/2019 menjadi musim terbaik dengan 54 poin dan posisi runner-up. Namun, setelah itu performa cenderung fluktuatif, termasuk pada musim 2023/2024 di mana mereka hanya meraih 42 poin dan finis di posisi ke-12.
Musim 2024/2025 menjadi kebangkitan besar di bawah arahan Paul Munster. Dengan 17 pertandingan tersisa, potensi Persebaya Surabaya untuk melampaui perolehan poin tertinggi mereka sangat terbuka lebar.
Salah satu faktor kunci keberhasilan Persebaya Surabaya musim ini adalah performa cemerlang Mohammed Rashid. Gelandang asal Palestina ini menjadi pemain asing dengan rating tertinggi ketiga di tim, yakni 7,33, menurut data statistik paruh musim.
Francisco Rivera masih memimpin dengan rating 7,64, disusul Bruno Moreira dengan 7,48. Namun, Rashid yang baru bergabung musim ini berhasil menjadi motor permainan di lini tengah.
Di sisi lain, beberapa pemain asing lain seperti Flavio Silva dan Slavko Damjanovic masih perlu meningkatkan kontribusi mereka. Rating masing-masing 6,97 dan 6,89 menempatkan mereka di posisi tengah dalam daftar pemain asing Persebaya Surabaya.
Selain performa individu, Paul Munster juga menjadi kunci strategi tim. Dengan gaya bermain yang mengedepankan soliditas pertahanan dan transisi cepat, Persebaya Surabaya hanya kebobolan dua gol dalam tujuh pertandingan tandang.
Meski begitu, Paul Munster menyadari mempertahankan performa di paruh kedua musim tidaklah mudah. Bursa transfer menjadi momen penting untuk memperkuat skuad dan menutup celah yang masih ada.
Dalam konferensi pers terakhir, Munster mengaku membutuhkan waktu beberapa hari untuk menentukan posisi apa yang perlu diperkuat. Pelatih asal Irlandia Utara itu menyebut analisis terhadap tim akan menjadi prioritas sebelum membuat keputusan.
“Saya bisa memberi tahu Anda. Tidak perlu khawatir. Beri saya waktu beberapa hari,” ujar Munster saat ditanya rencana transfer Persebaya Surabaya. Menurutnya, keputusan harus diambil secara hati-hati agar tidak salah langkah.
Munster juga mengungkapkan fokusnya pada pertandingan melawan PSS Sleman di awal paruh kedua musim. Baginya, membaca pergerakan tim lawan di bursa transfer juga menjadi bagian dari strategi taktis.
“Tim lain juga akan mengganti pemain. Jadi mungkin ada situasi taktis. Saya mencoba mencari tahu informasi tentang Sleman,” tambahnya. Hal ini menunjukkan Munster ingin memastikan setiap langkah transfer memberikan dampak signifikan.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
