Paul Munster tegaskan target utama Persebaya Surabaya musim ini untuk meraih gelar juara Liga 1. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya menutup putaran pertama Liga 1 Indonesia musim 2024/2025 dengan pencapaian yang luar biasa. Di bawah komando pelatih Paul Munster, tim berjuluk Green Force itu mencatatkan perolehan poin terbaik dalam sejarah perjalanan mereka di era Liga 1.
Hingga pekan ke-17, Persebaya Surabaya berhasil mengumpulkan 37 poin dari 17 pertandingan. Catatan ini diraih lewat 11 kemenangan, empat hasil imbang, dan hanya dua kekalahan.
Pencapaian tersebut membawa Persebaya Surabaya duduk di peringkat kedua klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2024/2025. Dengan 17 pertandingan tersisa di paruh kedua musim, peluang mereka untuk meraih gelar juara tetap terbuka lebar.
Jika dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya, progres yang ditunjukkan Persebaya Surabaya musim ini sangat signifikan. Dalam sejarah Liga 1, Persebaya Surabaya mencatatkan beberapa hasil yang cukup memuaskan tetapi belum mampu mendominasi.
Musim 2017/2018, Persebaya Surabaya mengakhiri musim di peringkat kelima dengan 50 poin. Musim 2018/2019, mereka mencatatkan poin tertinggi dengan 54 poin dan finis di peringkat kedua.
Pada musim 2021/2022, Persebaya Surabaya kembali finis di peringkat kelima dengan total 63 poin. Namun, dua musim berikutnya, performa mereka cenderung menurun dengan hanya meraih 52 poin di musim 2022/2023 dan 42 poin di musim 2023/2024.
Musim ini menjadi titik balik bagi Persebaya Surabaya di bawah Paul Munster yang dikenal sebagai pelatih dengan strategi progresif. Munster berhasil memanfaatkan potensi pemain lokal dan asing untuk menciptakan tim yang solid dan kompetitif.
Namun, tidak semua pemain mampu tampil sesuai harapan. Salah satu sorotan tertuju pada Gilson Costa, gelandang asal Portugal yang sejauh ini menjadi pemain asing dengan kontribusi terendah.
Dalam 17 pertandingan yang sudah dilalui, Gilson Costa mencatatkan rating terendah di antara enam pemain asing Persebaya Surabaya. Dengan rating 6.73, ia kalah bersaing dari rekan-rekannya seperti Francisco Rivera dan Bruno Moreira.
Francisco Rivera menjadi pemain asing terbaik Persebaya Surabaya dengan rating 7.64, diikuti Bruno Moreira dengan 7.48. Mohammed Rashid, Flavio Silva, dan Slavko Damjanovic juga mencatatkan performa lebih baik dari Costa.
Paul Munster pun tak tinggal diam melihat celah yang ada di dalam skuadnya. Dalam sesi latihan di Lapangan THOR pada Jumat (3/1/2025), Munster mengungkapkan rencananya untuk mendatangkan pemain baru.
“Saya berbicara secara intensif dengan manajemen. Jadi ada banyak kemajuan. Jadi ya. Tinggal menunggu final dengan manajemen, tetapi tampaknya terlihat bagus dengan para pemain yang datang dari luar negeri dan kita lihat nanti,” ujar Munster.
Pernyataan ini tentu menjadi angin segar bagi Bonek dan Bonita yang menantikan peningkatan kualitas tim di paruh kedua musim. Bursa transfer paruh musim menjadi momen penting bagi Persebaya Surabaya untuk memperbaiki kelemahan yang ada.
Munster dikenal sebagai pelatih yang teliti dalam memilih pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim. Proses seleksi pemain baru ini tentunya akan mempertimbangkan aspek teknis, fisik, dan mental.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
