Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Desember 2024 | 20.44 WIB

Cassio Scheid Tinggalkan Malut United karena Ketiadaan Fasilitas Internasional di Ternate, Persija Jakarta Bisa Curi Kesempatan

Cassio Scheid harus absen di laga Malut United vs Persebaya Surabaya lantaran menerima kartu merah di pertandingan sebelumnya. (Instagram/@cassioscheid_41)

JawaPos.com - Hengkangnya Cassio Scheid dari Malut United FC menjadi salah satu kabar mengejutkan dalam bursa transfer paruh musim Liga 1 Indonesia 2024/2025. Persija Jakarta bisa coba memanfaatkan kesempatan dalam situasi ini.

Cassio Scheid termasuk salah satu palang pintu tangguh di Liga 1 Indonesia 2024/2025. Bersama Malut United FC, pemain asal Brasil itu tampil ciamik sebagai bek tengah dan disegani striker-striker lawan.

Sebanyak 14 pertandingan telah dimainkan Cassio Scheid, dan total 948 menit dia menjadi tembok Malut United FC bersama Wahyu Prasetyo. Persija Jakarta jadi tim terbaru sekaligus terakhir yang merasakan ketangguhan sang bek.

Pemain berusia 30 tahun itu tampil solid saat melawan Persija Jakarta. Cassio Scheid mampu mencegah Macan Kemayoran mencetak gol dari skema open play selama 90 menit bermain. Gawang Malut United FC hanya kebobolan sekali. Itupun karena gol sepak pojok langsung Maciej Gajos pada menit ke-23. 

Malut United FC pun tak memiliki rencana untuk mendepak Cassio dalam evaluasi tim. Laskar Kie Raha ingin mempertahankannya untuk putaran kedua Liga 1 musim ini. 

Namun Cassio memutuskan untuk hengkang karena alasan khusus. Dia tidak bisa menyelesaikan masa kontrak usai berdiskusi dengan keluarganya yang berada di Portugal.

“Saya harus kembali ke Portugal bersama keluarga. Anak saya memiliki masalah kesehatan sehingga kami sekeluarga harus tinggal di kota yang memiliki fasilitas rumah sakit internasional,” kata Cassio Scheid usai melawan Persija Jakarta.

Alasan Cassio Scheid ini sekaligus mengonfirmasi pernyataan Direktur Teknis Malut United, Mohammad Asghar Saleh, yang sebelumnya menyatakan bahwa ada pemain asing yang ingin hengkang karena ketiadaan rumah sakit dan sekolah berstandar internasional serta apartemen di Kota Ternate sebagai homebase klub. 

Padahal, kedua fasilitas penting itu termasuk dalam item kontrak yang disediakan untuk pemain asing. “Ada satu pemain asing yang kemungkinan akan memutuskan kontraknya lebih awal lantaran tidak ada rumah sakit dan sekolah berstandar internasional untuk menyekolahkan anak-anaknya. Takutnya jika tiba-tiba anggota keluarganya ada yang sakit,” ujar Asghar.

Perpisahan itu membuat Cassio Scheid kini berstatus tanpa klub. Meskipun dia bilang akan kembali ke Portugal, tapi tak mengurangi dirinya jadi komiditi terpanas dalam bursa transfer Liga 1  di tengah musim ini.

Nah kebetulan, Persija adalah klub yang membutuhkan bek tengah. Sebelumnya Macan Kemayoran dirumorkan dengan dua pemain berposisi itu, yakni Sebastian Alvarez dari Bolivia dan Alfeandra Dewangga milil PSIS Semarang.

Namun upaya Persija mendatangkan keduanya tampaknya menemui jalan buntu. Alvarez lebih dekat bergabung dengan PSBS Biak, sementara Dewangga akan dipertahankan PSIS.

Karena itu, Persija harus mencari bek lain. Cassio Scheid pun bisa jadi opsi terbaik. Apalagi, Jakarta adalah kota yang memiliki banyak fasilitas umum berstandar internasional, baik itu sekolah maupun rumah sakit.

Ketersediaan sekolah dan rumah sakit internasional bisa jadi cara Persija Jakarta untuk menggoda Cassio Scheid. Apalagi sang bek juga punya rekam jejak yang sudah terbukti di Liga 1 Indonesia 2024/2025.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore