Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Oktober 2024 | 21.23 WIB

Pelatih Persebaya Surabaya Paul Munster Blak-blakan, Strategi Offside Tak Berlaku di Kerasnya Liga 1 Indonesia

Paul Munster tak peduli pemain kunci PSIS Semarang absen, fokus utamanya hanya performa Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya kini tengah bersiap untuk melawat ke kandang PSIS Semarang pada pekan ke-10 Liga 1 2024/2025.

Dua hasil negatif terakhir membuat tim berjuluk Green Force ini harus bekerja keras kembali agar bisa meraih kemenangan yang sangat diharapkan oleh suporter.

Pelatih Paul Munster mengatakan hasil evaluasi terbaru ini membuatnya lebih fokus membenahi lini serang yang belum tampil maksimal.

Dengan hanya mencetak 8 gol dari sembilan laga, Persebaya Surabaya dinilai masih harus meningkatkan efektivitas serangan mereka dalam memanfaatkan peluang.

Menurut Munster, sorotan pada lini depan tim asuhannya memang tidak bisa dihindarkan karena para pemain belum sepenuhnya mampu menuntaskan peluang menjadi gol.

Namun, ia juga menyampaikan dukungan positif dari suporter menjadi modal penting agar para pemain lebih termotivasi di lapangan.

Kedua laga terakhir yang berakhir tanpa kemenangan memaksa Persebaya Surabaya turun dari posisi puncak dan kini tertahan di peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi 18 poin.

Posisi ini membuat Munster sadar timnya harus segera bangkit, terutama saat menghadapi PSIS Semarang akhir pekan ini di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Ketika berbicara tentang rencana menghadapi PSIS, Munster mengakui ia perlu memperbaiki detail kecil dari fase penyerangan dan strategi bola mati.

Fokusnya saat ini adalah memastikan tim dapat memaksimalkan setiap peluang yang tercipta di sepertiga akhir lapangan.

Namun, Munster juga mengungkapkan kekesalannya terhadap kerasnya Liga 1 Indonesia yang menurutnya memiliki standar berbeda dalam menerapkan aturan, termasuk terkait strategi offside.

Ia berpendapat beberapa gol yang diizinkan dalam liga ini berada dalam posisi offside, yang membuatnya merasa kecewa dengan penerapan aturan tersebut.

“Di Liga 1, Anda tidak bisa bermain offside karena tim bisa mencetak gol dari posisi offside,” ujarnya. Munster merasa keputusan ini mengecewakan kualitas liga, tetapi ia juga menyadari timnya harus beradaptasi dengan kondisi tersebut.

Pelatih berusia 42 tahun ini menjelaskan ia berusaha untuk tetap fokus pada rincian situasi di lapangan, meski aturan liga kadang terasa tidak menguntungkan bagi Persebaya Surabaya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore