Bintang baru Timnas Indonesia Kevin Diks siap jadi tembok tangguh bersama Mees Hilgers dan Jay Idzes. (Instagram/@kevindiks2)
JawaPos.com - Penggemar Timnas Indonesia tampaknya harus menanti lebih panjang untuk melihat Kevin Diks mengenakan jersey dengan lambang Garuda di dada. PSSI menilai peluang pemain FC Copenhagen itu main lawan Jepang sulit karena proses naturalisasinya belum rampung.
Kevin Diks memang telah mulai menjalani proses naturalisasi. Dia sudah sepakat untuk bela Garuda pada awal Oktober lalu, kemudian langsung diproses PSSI untuk pengajuan pindah warga negara.
Nah, jika ingin Kevin Diks bisa dimainkan Timnas Indonesia bulan depan melawan Jepang (15/11) dan Arab Saudi (19/11), PSSI dan pemerintah harus segera merampungkan naturalisasi sang pemain. Pasalnya, batas akhir pendaftaran adalah 8 November.
"Kevin Diks itu kalau mau main, itu harus H-7 terakhir data masuk. Main tanggal 15 November, berarti data masuk minimal tanggal 7 atau 8 November dia harusnya waktu datanya. Tanggal 7 November, berarti harus sumpah di situ dan KTP, imigrasi, dan kawan-kawannya," kata Arya Sinulingga, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI.
Namun, Arya mencoba realistis karena hal itu berat untuk diwujudkan. Sebab, saat ini pemerintahan Indonesia sedang masa transisi dari era Presiden Joko Widodo ke Prabowo Subianto. Begitu pula dengan DPR RI, di mana mereka butuh waktu untuk melakukan penyesuaian.
"Nah, teman-teman kan tahu, pemerintahan masih baru. Ini kabinet juga berubah, nomenklatur kabinet juga berubah. Kementerian hukum dan hak asasi manusia (HAM) tadinya satu kementerian jadi tiga kementerian. Jadi, semua lagi konsolidasi kementeriannya," tuturnya.
"Kemudian DPR pun baru kemarin terbentuk komisinya. Berubah semuanya, bergeser. Jadi sepertinya kita akan, kalau untuk ngejar sekarang, kita enggak gini loh, kita bukan eh pemerintah, ayo cepet-cepet. Kan lucu juga. Jangan segitu-gitunya juga lah," tambah Arya Sinulingga.
Karena itu, PSSI disebut Arya, menunggu proses transisi pemerintahan beres semuanya. Termasuk DPR RI yang kini komisinya juga bertambah sehingga belum ada ketentuan yang jelas untuk naturalisasi.
"Kita menunggu proses dulu pemerintahan beres atau modul ininya, DPR juga beres semua, baru kita proses semua dengan baik. Jadi kemungkinan berat untuk main di November. Ya, bisanya main, mudah-mudahan main di bulan Maret," pungkas Arya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022