Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Oktober 2024 | 20.21 WIB

Penyelesaian Akhir Persebaya Surabaya Sudah Stadium 4, Butuh Penyerang Baru?

KECEWA: Selain golnya digagalkan oleh VAR, Flavio Silva gagal memanfaatkan peluang emas di depan gawang dalam pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, tadi malam. (ANGGER BONDAN/JAWA POS)

 
JawaPos.com – Pendukung Persebaya Surabaya, Bonek, mulai resah dengan minimnya produktivitas gol tim kesayangan. Mereka berharap masalah ini secepatnya teratasi jika masih ingin bersaing dalam perburuan gelar juara Liga 1 Indonesia musim ini.

Pelatih Persebaya, Paul Munster, tak menutupi buruknya masalah penyelesaian akhir tim asuhannya. Fakta itu kembali terjadi saat Green Force menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo, beberapa hari lalu.

Persebaya harus puas bermain imbang 1-1. Gol tim kebanggaan Kota Surabaya itu tercipta lewat set-piece Mohammed Rashid, bukan open play. Padahal, Green Force sempat memiliki beberapa peluang emas melalui Kasim Botan hingga Flavio Silva.

Sayang, hingga akhir pertandingan, Persebaya urung menjebol gawang PSM untuk kedua kali. “Babak kedua kita fokus apa yang sedang dituju. Kita bermain sangat baik, tetapi satu-satunya masalah adalah penyelesaian akhir,” beber Munster.

Fakta itu cukup menggambarkan para pemain Persebaya, khususnya para predator masih kesulitan mencetak gol. Bahkan, produktivitas gol Flavio masih tersendat, meski pemain Portugal itu sangat diharapkan menjadi mesin gol Persebaya musim ini.

Harapan itu masuk akal melihat kontribusi Flavio musim lalu, di mana dirinya mencetak 23 gol bersama Persik Kediri. Fakta itu pula yang membuat Persebaya kepincut merekrutnya.

Sayang, harapan itu masih menjadi angan-angan sejauh ini. Flavio baru mencetak satu gol hingga pekan kesembilan musim ini. Bonek pun mulai tak sabar menyikapi fakta tersebut.

Mereka mulai menyamakan Flavio dengan beberapa striker Persebaya terdahulu, seperti Amido Baldo, Arsenio Valkport, Paulo Henrique, Paulo Victor, hingga Jose Wilkson.

“Penyakit lama wes hampir stadium empattt!” tulis @chr***

Kritikan Bonek bisa dimaklumi, karena Green Force baru mencetak total 8 gol sejauh ini. Mereka tertinggal dari Persib Bandung (15 gol), Bali United (13 gol), PSM Makassar dan Borneo FC dengan masing-masing menghasilkan 12 gol.

Meski sejauh ini masih memimpin klasemen sementara, tapi minimnya produktivitas gol bisa berdampak dengan hasil di pertandingan selanjutnya. Posisi Green Force pun bisa mengalami reduksi alias melorot dalam persaingan perebutan gelar juara.

Lalu, bagaimana menyiasati masalah ini? Munster tentu telah memiliki resep untuk mengatasinya. Pertama, bisa saja Munster akan meningkatkan performa anak asuhnya hingga sesuai keinginan.

Selanjutnya, Munster bisa memanfaatkan bursa transfer kedua. Pelatih berpaspor Irlandia Utara itu bisa memilih pemain lain untuk mendongkrak produktivitas gol Persebaya. Kini, semua tergantung staf pelatih dan manajemen dalam upaya meningkatkan performa Green Force hingga akhir musim ini.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore