KECEWA: Selain golnya digagalkan oleh VAR, Flavio Silva gagal memanfaatkan peluang emas di depan gawang dalam pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, tadi malam. (ANGGER BONDAN/JAWA POS)
Pelatih Persebaya, Paul Munster, tak menutupi buruknya masalah penyelesaian akhir tim asuhannya. Fakta itu kembali terjadi saat Green Force menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo, beberapa hari lalu.
Persebaya harus puas bermain imbang 1-1. Gol tim kebanggaan Kota Surabaya itu tercipta lewat set-piece Mohammed Rashid, bukan open play. Padahal, Green Force sempat memiliki beberapa peluang emas melalui Kasim Botan hingga Flavio Silva.
Sayang, hingga akhir pertandingan, Persebaya urung menjebol gawang PSM untuk kedua kali. “Babak kedua kita fokus apa yang sedang dituju. Kita bermain sangat baik, tetapi satu-satunya masalah adalah penyelesaian akhir,” beber Munster.
Fakta itu cukup menggambarkan para pemain Persebaya, khususnya para predator masih kesulitan mencetak gol. Bahkan, produktivitas gol Flavio masih tersendat, meski pemain Portugal itu sangat diharapkan menjadi mesin gol Persebaya musim ini.
Harapan itu masuk akal melihat kontribusi Flavio musim lalu, di mana dirinya mencetak 23 gol bersama Persik Kediri. Fakta itu pula yang membuat Persebaya kepincut merekrutnya.
Sayang, harapan itu masih menjadi angan-angan sejauh ini. Flavio baru mencetak satu gol hingga pekan kesembilan musim ini. Bonek pun mulai tak sabar menyikapi fakta tersebut.
Mereka mulai menyamakan Flavio dengan beberapa striker Persebaya terdahulu, seperti Amido Baldo, Arsenio Valkport, Paulo Henrique, Paulo Victor, hingga Jose Wilkson.
“Penyakit lama wes hampir stadium empattt!” tulis @chr***
Kritikan Bonek bisa dimaklumi, karena Green Force baru mencetak total 8 gol sejauh ini. Mereka tertinggal dari Persib Bandung (15 gol), Bali United (13 gol), PSM Makassar dan Borneo FC dengan masing-masing menghasilkan 12 gol.
Meski sejauh ini masih memimpin klasemen sementara, tapi minimnya produktivitas gol bisa berdampak dengan hasil di pertandingan selanjutnya. Posisi Green Force pun bisa mengalami reduksi alias melorot dalam persaingan perebutan gelar juara.
Lalu, bagaimana menyiasati masalah ini? Munster tentu telah memiliki resep untuk mengatasinya. Pertama, bisa saja Munster akan meningkatkan performa anak asuhnya hingga sesuai keinginan.
Selanjutnya, Munster bisa memanfaatkan bursa transfer kedua. Pelatih berpaspor Irlandia Utara itu bisa memilih pemain lain untuk mendongkrak produktivitas gol Persebaya. Kini, semua tergantung staf pelatih dan manajemen dalam upaya meningkatkan performa Green Force hingga akhir musim ini.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
