Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 September 2024 | 18.42 WIB

Darryl Lachman Pasti Nyesel Tidak Jadi Bergabung dengan Persebaya Surabaya yang Tampil Solid di Liga 1 Indonesia

Solidnya lini belakang Persebaya Surabaya membuat Green Force tak butuh Darryl Lachman di Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Instagram/@officialpersebaya) - Image

Solidnya lini belakang Persebaya Surabaya membuat Green Force tak butuh Darryl Lachman di Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Instagram/@officialpersebaya)

JawaPos.com — Awal musim Liga 1 Indonesia 2024/2025, Persebaya Surabaya membuat gebrakan besar dalam bursa transfer. Salah satu perekrutan yang paling dinanti adalah Darryl Lachman, bek tengah berkebangsaan Curacao yang sudah banyak pengalaman bermain di liga-liga Eropa.

Darryl Lachman disebut-sebut sebagai calon benteng pertahanan utama Persebaya Surabaya untuk musim ini. Bahkan, klub sudah mengumumkan secara resmi perekrutan Lachman melalui berbagai platform media sosial.

Pengumuman tersebut sempat membuat Bonek, pendukung setia Persebaya Surabaya, bersemangat menyambut musim baru dengan keyakinan akan kekuatan lini belakang yang lebih kuat. Darryl Lachman diharapkan menjadi tandem sempurna bagi Slavko Damjanovic, yang juga menjadi salah satu pilar penting di lini belakang Green Force.

Namun, ekspektasi besar itu berubah menjadi kekecewaan ketika Darryl Lachman tak kunjung hadir di Surabaya. Meski secara administratif, semua dokumen, termasuk ITC (International Transfer Certificate) sudah lengkap, Darryl Lachman ternyata melakukan wanprestasi atau pelanggaran kontrak.

Pada 12 Agustus 2024, FIFA telah mengeluarkan ITC Lachman, tetapi pemain tersebut tidak memenuhi kewajibannya untuk bergabung dengan tim sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat.

Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, menjelaskan bahwa situasi ini sangat disayangkan. Menurut Candra, Persebaya Surabaya sudah melakukan semua prosedur perekrutan dengan baik, namun keputusan Lachman untuk tidak datang jelas melanggar komitmen yang sudah dia buat. "Kalau soal Darryl Lachman Persebaya sudah bikin statmen terakhir, Persebaya menyampaikan bahwa pemain yang bersangkutan ini sudah menandatangani kontrak dengan Persebaya dan prosesnya sudah kita lakukan," jelas Candra.

"Pemain yang bersangkutan ini wanprestasi atas kesempatan itu. Sehingga sampai sekarang situasinya dia tidak bisa main di Persebaya," imbuhnya.

Keputusan manajemen klub sangat tegas. Mereka memilih untuk tidak lagi menunggu Lachman dan fokus pada pemain yang ada. Paul Munster, pelatih Persebaya Surabaya, sepakat dengan manajemen untuk tidak terganggu oleh situasi ini dan lebih memilih mengembangkan tim yang ada.

"Hasil dari komunikasi manajemen dengan pelatih kita sepakat bahwa tim fokus dengan pemain-pemain ini. Artinya, masalah Darryl Lachman ini sudah selesai. Tidak memungkinkan lagi untuk menambah pemain sekarang. Kami fokus dengan tim yang sekarang," tambah Candra.

Keputusan untuk melupakan Darryl Lachman ternyata menjadi langkah yang tepat bagi Persebaya Surabaya. Tim asuhan Paul Munster kini menunjukkan performa luar biasa di Liga 1 Indonesia 2024/2025.

Hingga pekan keenam, Persebaya Surabaya tak terkalahkan dan berhasil mencatatkan lima kemenangan serta satu hasil imbang. Mereka kini memuncaki klasemen sementara Liga 1 dengan torehan 16 poin.

Terbaru, Persebaya Surabaya berhasil menaklukkan PSBS Biak di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Flavio Silva pada menit ke-16, dan hasil itu membuat Persebaya Surabaya semakin percaya diri dalam mengejar target tinggi musim ini.

Solidnya pertahanan yang dikomandoi oleh Slavko Damjanovic membuat Persebaya Surabaya tak terkalahkan dalam beberapa laga terakhir, bahkan berhasil mencatatkan beberapa clean sheet.

Paul Munster mengakui bahwa perjalanan Persebaya Surabaya di awal musim ini sangat berat. Tim harus menjalani pertandingan dengan jadwal yang padat, bermain setiap empat hari sekali. Namun, pelatih asal Irlandia Utara tersebut sangat mengapresiasi kerja keras para pemainnya, yang tetap menunjukkan determinasi tinggi meskipun kondisi fisik mereka diuji habis-habisan.

"Ini pertandingan yang sangat berat, kita main setiap empat hari sekali. Tidak ada waktu latihan sama sekali, setelah main recovery, traveling, official training, tanding. Situasi itu tidak terjadi pada Biak, mereka menjalani tiga laga home beruntun. Kami bisa menang karena pemain memiliki keyakinan dan mentalitas untuk menang," ujar Munster dalam konferensi pers setelah laga melawan PSBS Biak.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore