
Rafael Struick saat diperkenalkan oleh Brisbane Roar sebagai pemain baru. (Instagram @brisbaneroarfc)
JawaPos.com - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong menanggapi bergabungnya Rafael Struick ke klub Australia Brisbane Roar. Juru taktik asal Korea Selatan itu memberikan pesan dan wejangan penting untuk sang penyerang yang akan membela mantan klubnya saat masih menjadi pemain.
Rafael Struick telah diresmikan sebagai bagian dari Brisbane Roar pada Senin (16/9). Dia didatangkan dari ADO Den Haag dengan status bebas transfer, dengan tujuan memperkuat lini depan kontestan A-League tersebut mulai musim ini.
Kepindahan Rafael Struick ke Brisbane Roar terbilang mengagetkan. Sebab sebelumnya tak pernah ada isu mengenai perpindahan sang striker ke Liga Australia pada musim ini.
Selain itu, Rafael Struick juga berdasarkan data Transfermarkt, masih memiliki kontrak dengan ADO Den Haag hingga 2025, sejak promosi ke tim utama pada 2022 lalu. Tapi kepindahannya telah disepakati oleh kedua tim.
Bergabungnya Rafael Struick ke Brisbane Roar ini juga terbilang menarik. Pasalnya, klub Australia itu cukup kental beraroma Indonesia. Selain dimiliki oleh keluarga pengusaha Bakrie Group, tim pemilik 3 gelar A-League itu pernah jadi klub sejumlah pemain Indonesia.
Ada dua pemain Indonesia yang pernah membela Brisbane Roar, yakni pemain naturalisasi Sergio Van Dijk pada 2008 lalu sebelum akhirnya pindah ke Adelaide United pada 2010. Kemudian yang kedua adalah Yandi Sofyan. Namun, kala itu Yandi Sofyan hanya berstatus pinjaman ke tim muda Brisbane Roar.
Selain itu, Shin Tae-yong ternyata juga pernah membela Brisbane Roar. Bahkan klub Australia itu jadi tim terakhir pria berusia 53 tahun itu saat masih menjadi pemain. Tepatnya pada 2005, sebelun akhirnya memutuskan pensiun di sana.
Lantas bagaimana komentar Shin Tae-yong mengetahui anak didiknya di Timnas Indonesia sekarang bergabung ke Brisbane Roar?
"Bagus ya, dia datang ke Brisbane. Intinya dia bisa bersaing dengan baik di sana. Semoga bisa bermain banyak menitnya," ucap Shin Tae-yong.
Rafael Struick sendiri telah mengungkapkan alasan di balik kepindahannya ke mantan klub Shin Tae-yong tersebut. Selain melihat peluang yang lebih meyakinkan bersama Brisbane Roar, pemain berusia 21 tahun itu ingin meninggalkan zona nyaman di Belanda.
"Brisbane adalah klub besar yang bermain di kompetisi yang sangat kuat. Saya sangat bersemangat bermain di A-League dan membuat langkah ini ke belahan dunia lain, untuk keluar dari zona nyaman saya," kata Struick melalui laman resmi klub.
Rafael Struick pun mengungkapkan antusiasmenya untuk segera memulai kariernya bersama Brisbane Roar pada musim ini.
"Saya senang berada di sini dan tidak sabar untuk segera memulai. Saya ingin membantu tim sebanyak mungkin dengan kualitas yang saya miliki, mencetak gol, dan memberikan assist," ungkap Struick.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
