Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Agustus 2024 | 16.20 WIB

Mengintip Pekerjaan Rumah Paul Munster di Persebaya Surabaya, Efektivitas Serangan Masih Belum Maksimal

Persebaya Surabaya masih banyak pekerjaan rumah yang harus diperbaiki oleh Paul Munster di Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Instagram/@officialpersebaya) - Image

Persebaya Surabaya masih banyak pekerjaan rumah yang harus diperbaiki oleh Paul Munster di Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Instagram/@officialpersebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya menutup pekan ketiga Liga 1 Indonesia 2024/2025 dengan catatan cukup baik, meraih 7 poin dari dua kemenangan dan satu hasil imbang.

Hasil ini menempatkan Green Force di posisi keempat klasemen sementara, sebuah pencapaian yang menjanjikan bagi tim asuhan Paul Munster. Namun, di balik perolehan tersebut, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait efektivitas serangan tim.

Salah satu masalah utama yang dihadapi Persebaya Surabaya adalah kesulitan dalam memaksimalkan peluang menjadi gol. Meskipun berada di peringkat atas klasemen, Persebaya Surabaya hanya mampu mencetak tiga gol dari tiga pertandingan.

Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat dari tiga gol tersebut, dua di antaranya berasal dari tendangan penalti. Statistik ini menyoroti minimnya kontribusi gol dari permainan terbuka yang harus menjadi perhatian utama Paul Munster jika ingin mengoptimalkan daya serang tim.

Data yang dirilis PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengungkapkan bahwa Persebaya Surabaya sejauh ini mencatatkan 12 tembakan tepat sasaran—angka tertinggi di antara semua tim di Liga 1 2024/2025, bersama Bali United. Namun, fakta hanya tiga gol yang tercipta dari peluang tersebut menunjukkan penyelesaian akhir masih menjadi masalah yang belum terselesaikan.  Paul Munster perlu memperbaiki cara timnya memanfaatkan setiap peluang agar mampu bersaing di puncak klasemen.

Efektivitas serangan Persebaya Surabaya bisa dilihat dari perbandingan jumlah tembakan dengan gol yang dihasilkan. Jika dibandingkan dengan Bali United, yang memiliki jumlah tembakan sama, namun mampu mencetak lebih banyak gol, jelas ada ketimpangan dalam produktivitas Green Force.

Hal ini bisa menjadi penentu penting dalam perebutan posisi di klasemen, mengingat perbedaan selisih gol sering kali menjadi faktor krusial dalam menentukan peringkat di akhir musim.

Sejak kedatangan Paul Munster, Persebaya Surabaya memang menunjukkan peningkatan dalam hal gaya bermain yang lebih agresif dan mengandalkan penguasaan bola. Namun, dominasi di lapangan belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi gol. Paul Munster harus bekerja lebih keras untuk menemukan formula yang tepat agar timnya bisa lebih tajam di depan gawang lawan.

Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah meningkatkan sinergi antara lini tengah dan lini depan. Pemain-pemain seperti Kadek Raditya, Flavio Silva, dan Bruno Moreira perlu lebih sering terlibat dalam proses serangan dan memberikan dukungan kepada striker utama. Selain itu, peran sayap juga harus lebih aktif dalam mengirimkan umpan silang yang mematikan ke dalam kotak penalti.

Tidak hanya itu, Paul Munster juga harus mempertajam penyelesaian akhir para penyerangnya. Pada beberapa pertandingan, terlihat pemain sering kali terburu-buru atau bahkan terlalu lama dalam mengambil keputusan di depan gawang, yang mengakibatkan peluang emas terbuang sia-sia.

Jika Paul Munster mampu mengatasi masalah ini, potensi serangan Persebaya Surabaya bisa meningkat signifikan, mengingat mereka sudah mampu menciptakan banyak peluang.

Melihat data total tembakan Liga 1 Indonesia hingga pekan ketiga, Persebaya Surabaya berada di posisi kedua dengan 12 tembakan tepat sasaran. Di bawahnya, Dewa United FC dan Arema FC mencatatkan masing-masing 11 tembakan.

Sementara tim seperti PSM Makassar dan Semen Padang FC mencatatkan 9 tembakan. Artinya, secara peluang, Persebaya Surabaya masih berada di atas banyak tim lain, namun penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka gagal memaksimalkan keunggulan ini.

Grafis Efektivitas serangan Persebaya hingga pekan ketiga Liga 1 2024/2025.

Di sisi lain, Paul Munster juga perlu memperhatikan lini belakang yang sejauh ini sudah tampil cukup solid. Namun, tanpa dukungan serangan yang efektif, beban pertahanan akan semakin berat jika mereka terus bermain dalam tekanan karena minimnya gol. Untuk bersaing di papan atas, keseimbangan antara serangan dan pertahanan menjadi kunci utama yang harus dijaga dengan baik.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore