
Fenomena keakraban pemain dan pelatih Persebaya Surabaya di sesi latihan adu penalti. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Persiapan intensif tengah dijalani oleh skuad Persebaya Surabaya jelang kompetisi Liga 1. Latihan keras yang sudah dimulai sejak 15 Juni lalu menunjukkan komitmen tinggi dari tim untuk menghadapi musim baru dengan performa terbaik.
Dalam sehari, skuad Green Force kadang menjalani dua sesi latihan, pagi dan sore, untuk mengasah kemampuan fisik dan taktik mereka. Namun, pelatih kepala Persebaya, Paul Munster, memiliki pendekatan unik untuk menjaga semangat dan kebersamaan di antara para pemainnya.
Salah satu trik yang diterapkan oleh tim pelatih Persebaya adalah mengadakan sesi adu penalti pada akhir latihan. Hal ini dilakukan dalam dua sesi latihan terakhir di Lapangan B, Kompleks Gelora Bung Tomo. Pemain dibagi dalam dua tim dengan masing-masing memiliki eksekutor dan kiper.
Meski hanya latihan, suasana saat menjelang eksekusi penalti cukup tegang karena kedua tim tidak mau kalah. Kekalahan dalam sesi ini bisa menjadi bahan ledekan dari rekan-rekan mereka, tetapi di sisi lain, situasi ini juga sangat seru dan menyenangkan.
“Dalam satu-dua minggu terakhir, intensitas latihan tinggi, ada yang satu hari dua kali. Pemain butuh relaksasi dengan sesi game ini. Mereka terlihat enjoy,” jelas Paul Munster, dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya. “Minggu depan kita mulai menurunkan intensitas,” sambungnya.
Strategi ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara latihan keras dan suasana yang santai, sehingga pemain tidak merasa tertekan dan tetap bisa menikmati setiap sesi latihan.
Pada salah satu sesi adu penalti dalam latihan sore Kamis (11/7), penjaga gawang Ernando Ari menunjukkan kebolehannya dengan gaya ala Emiliano Martinez, kiper Argentina saat menjuarai Piala Dunia 2022. Ernando berhasil menggagalkan eksekusi penalti Paulinus Apli Kapli, pemain jebolan Persebaya U-15. Meskipun masih sangat muda, Paulinus diberikan kesempatan untuk berlatih bersama tim senior karena potensi yang dimilikinya.
Menghadapi Ernando yang sudah memiliki track record menggagalkan penalti pemain timnas Australia dan Korea Selatan di ajang resmi tentu bukan hal mudah bagi Paulinus. Tembakan Paulinus ke sisi kiri gawang berhasil diblok oleh Ernando yang langsung berjoget ala Martinez.
Aksi ini mengingatkan pada momen Ernando menggagalkan penalti pemain Korea Selatan pada April lalu di Piala Asia U-23. Kemenangan tim hijau dalam sesi adu penalti ini disambut dengan suka cita oleh seluruh pemain, termasuk Flavio Silva, penyerang anyar Persebaya yang dikenal humoris. “No mercy, winning again (tidak ada ampun, menang lagi),” seru Flavio yang berasal dari Portugal.
Game adu penalti ini tidak hanya menjadi ajang latihan, tetapi juga ice breaking bagi para pemain. “Seru, latihan dengan suasana yang enjoy seperti ini bisa membuat tim semakin solid,” kata Oktafianus Fernando, gelandang serang Persebaya.
Pendekatan ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga kebersamaan dan kekompakan dalam sebuah tim, terutama dengan banyaknya pemain baru yang bergabung musim ini.
Paul Munster tampaknya sangat memahami bahwa chemistry atau keharmonisan tim merupakan salah satu kunci sukses di kompetisi sepak bola. Dengan banyaknya pemain baru yang bergabung, tantangan besar bagi Munster adalah bagaimana meramu skuad yang harmonis dan saling mengerti satu sama lain di lapangan. Salah satu cara yang efektif adalah melalui kegiatan yang memupuk kerja sama dan rasa saling percaya antarpemain, seperti sesi adu penalti ini.
Selain itu, latihan keras yang dijalani skuad Persebaya juga bertujuan untuk meningkatkan kebugaran fisik dan daya tahan para pemain. Dua sesi latihan dalam sehari, meski melelahkan, diyakini dapat mempersiapkan pemain untuk menghadapi ketatnya jadwal pertandingan Liga 1. Dengan kondisi fisik yang prima, diharapkan para pemain dapat tampil konsisten sepanjang musim.
Strategi lain yang diterapkan oleh Munster adalah memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk berlatih bersama tim senior. Ini bukan hanya memberikan pengalaman berharga bagi pemain muda, tetapi juga menciptakan kompetisi sehat di dalam tim. Pemain muda yang menunjukkan performa bagus dalam latihan tentu akan mendapatkan kesempatan bermain di kompetisi resmi, sehingga memacu mereka untuk selalu memberikan yang terbaik.
Kehadiran pemain asing seperti Flavio Silva juga membawa warna tersendiri dalam skuad Persebaya. Flavio yang dikenal kocak mampu mencairkan suasana dan membuat pemain lain merasa lebih nyaman. Interaksi antar pemain dengan latar belakang berbeda ini menjadi penting untuk membentuk tim yang solid dan kompak.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
