
DICORET: Jika beberapa pemain keturunan datang tepat waktu sebelum putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026, Malik Risaldi (kanan) berpotensi dicoret dari Timnas Indonesia. Instagram Malik Risaldi
JawaPos.com — Kabar mengejutkan datang dari skuad Timnas Indonesia jelang putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kehadiran pemain-pemain diaspora diprediksi akan membuat persaingan di tim Garuda semakin ketat.
Lima pemain berpotensi besar dicoret oleh pelatih Shin Tae-yong (STY), termasuk bintang baru Persebaya Surabaya. Kehadiran pemain naturalisasi dan diaspora ini memang memberi warna baru bagi tim, namun juga menimbulkan dilema tersendiri bagi pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Salah satu nama yang berpotensi terdepak adalah Ramadhan Sananta. Meskipun menjadi salah satu pemain kesayangan STY dan telah mencatatkan 10 caps di Timnas Indonesia senior serta 11 laga di Timnas U-23, posisi Sananta kini terancam.
Kehadiran Rafael Struick, penyerang diaspora yang mulai menunjukkan performa impresif, membuat Sananta mulai tersisih. Bahkan, dalam laga melawan Irak dan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sananta tidak dibawa.
Meskipun STY telah memberikan nasihat agar Sananta tetap semangat dan bekerja keras, kenyataannya persaingan di lini depan semakin ketat dengan adanya pemain-pemain baru yang lebih berpengalaman dan berkualitas.
Nadeo Argawinata juga menjadi salah satu nama yang terancam. Kiper Borneo FC ini memang beberapa kali tidak menjadi opsi utama STY, namun keberuntungan masih memihak kepadanya.
Dalam dua laga terakhir babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Nadeo tetap dipercaya karena Maarten Paes, kiper yang sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), terkendala masalah di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Namun, dengan potensi kehadiran kiper diaspora lainnya, posisi Nadeo tidak lagi aman.
Malik Risaldi, bintang baru Persebaya Surabaya, juga berpotensi dicoret. Meski tampil gemilang di Liga 1 2023/2024 bersama Madura United, Malik belum diberikan kesempatan debut oleh STY. Kehadiran striker diaspora kemungkinan besar akan menggeser posisinya. STY tentu akan memilih pemain dengan pengalaman dan kemampuan yang lebih teruji di level internasional untuk memperkuat lini depan Garuda.
Ricky Kambuaya, yang pada awal kepelatihan STY sering diandalkan di lini tengah, kini mulai kehilangan tempatnya. Dalam dua laga terakhir melawan Irak dan Filipina, Kambuaya hanya menjadi cadangan. Tahun ini, Kambuaya hanya bermain di lima laga dan itupun hanya di akhir pertandingan.
Persaingan di lini tengah semakin ketat dengan hadirnya pemain-pemain baru yang lebih muda dan energik, sehingga Kambuaya harus berjuang ekstra keras untuk kembali mendapatkan tempat di tim utama.
Terakhir, Muhammad Ferrari juga berpotensi terdepak. Bek Persija Jakarta ini selalu dipanggil STY dalam tiga laga terakhir Grup F di babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, namun tidak diberikan menit bermain. Ferrari baru sekali tampil untuk Timnas Indonesia senior, itupun hanya bermain selama 17 menit. Dengan hadirnya bek-bek diaspora yang lebih berpengalaman, posisi Ferrari semakin tidak aman.
Persaingan di skuad Timnas Indonesia semakin ketat dengan kehadiran pemain-pemain diaspora dan naturalisasi. STY dihadapkan pada pilihan sulit untuk menentukan pemain-pemain terbaik yang akan memperkuat Timnas Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kehadiran pemain-pemain baru diharapkan dapat meningkatkan kualitas tim, namun di sisi lain juga menimbulkan dilema karena harus mencoret beberapa pemain yang sebelumnya menjadi andalan.
Dalam situasi seperti ini, para pemain harus menunjukkan performa terbaik mereka di setiap kesempatan. Mereka harus siap bersaing dan membuktikan bahwa mereka pantas untuk tetap berada di skuad Timnas Indonesia. STY tentunya akan memilih pemain-pemain yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis yang baik, tetapi juga memiliki mental dan komitmen tinggi untuk membela Timnas Indonesia.
Para pemain yang terancam dicoret harus bekerja lebih keras dan menunjukkan bahwa mereka masih layak untuk memperkuat Timnas Indonesia. Mereka harus memanfaatkan setiap peluang yang ada, baik di klub maupun di tim nasional, untuk membuktikan kualitas dan kontribusi mereka.
Persaingan yang sehat di dalam tim diharapkan dapat menghasilkan skuad yang lebih kuat dan kompetitif, siap menghadapi tantangan di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
