
FOKUS: Jika Andhika Ramadhani ingin ikut bersaing dengan kiper baru Timnas Indonesia, maka dia harus fokus dan kerja keras agar dipanggil Shin Tae-yong kembali. (Instagram Andhika Ramadhani)
JawaPos.com — Panggung internasional selalu menjadi impian bagi setiap pemain sepak bola. Bagi Andhika Ramadhani, kiper yang memperkuat Persebaya Surabaya, panggilan untuk membela Timnas Indonesia merupakan suatu prestasi yang sangat diidamkan.
Namun, dengan kehadiran Maarten Paes sebagai kiper baru yang telah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), Andhika harus menunjukkan kualitasnya dan bersaing dengan Maarten untuk mendapatkan tempat di skuad Garuda.
Andhika Ramadhani, atau yang akrab disapa Dhika, menyambut positif hadirnya pemain diaspora yang telah menjadi WNI dan siap untuk berkontribusi bagi tim nasional. Baginya, jika hal tersebut menjadi langkah positif untuk kebaikan timnas Indonesia, maka itu harus didukung sepenuhnya.
Dhika juga menyadari bahwa langkah PSSI dalam memperkuat timnas bukan semata-mata untuk kepentingan individual, melainkan untuk menjadikan timnas Indonesia lebih kuat di tingkat internasional.
"Kalau saya pribadi jika memang menjadi salah satu yang terbaik buat timnas Indonesia tidak masalah, sebagai masyarakat, mendukung apa yang dilakukan oleh PSSI," ucapnya dalam keterangannya di Surabaya, Sabtu (4/5).
"Karena PSSI melakukan itu bukan untuk foya-foya saja, inginnya menjadikan timnas Indonesia lebih kuat di ajang internasional," ujarnya.
Namun, dalam menghadapi persaingan ini, Andhika Ramadhani harus menunjukkan kemampuan dan konsistensinya di lapangan. Meskipun memiliki pengalaman yang cukup di level klub, Andhika perlu membuktikan bahwa dia layak untuk mendapatkan tempat di skuad timnas.
Kiprahnya sebagai penjaga gawang Persebaya Surabaya telah memberikan banyak pengalaman berharga baginya, namun tantangan untuk bersaing di level internasional tentu saja lebih besar.
Selain itu, Andhika juga harus memperhatikan beberapa hal yang menjadi syarat untuk bisa kembali dipanggil ke timnas Indonesia. Salah satu syarat utama adalah konsistensi performa di level klub. Dengan menunjukkan penampilan yang stabil dan berkualitas bersama Persebaya, Andhika dapat meningkatkan peluangnya untuk mendapatkan panggilan ke timnas.
Selain itu, Andhika juga perlu meningkatkan aspek-aspek teknis dan taktis dalam permainannya. Kemampuan dalam mengantisipasi serangan lawan, refleks yang cepat, serta kemampuan dalam mengatur pertahanan menjadi hal-hal yang harus diperhatikan olehnya.
Dengan meningkatkan kualitasnya sebagai seorang penjaga gawang, Andhika dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi timnas Indonesia.
Meskipun persaingan akan semakin ketat dengan kehadiran Maarten Paes, Andhika tidak boleh menyerah begitu saja. Sebagai seorang pemain profesional, dia harus tetap menjaga semangat dan motivasinya untuk terus berkembang dan bersaing. Kehadiran Maarten Paes seharusnya menjadi motivasi tambahan baginya untuk terus meningkatkan kualitasnya sebagai seorang kiper.
Selain itu, Andhika juga harus menjaga kondisi fisiknya dengan baik. Kesehatan dan kebugaran menjadi faktor penting dalam performa seorang pemain sepak bola. Dengan menjaga pola makan yang sehat, melakukan latihan secara teratur, dan istirahat yang cukup, Andhika dapat memastikan bahwa dirinya selalu siap untuk tampil maksimal di setiap pertandingan.
Dengan melakukan semua hal tersebut, Andhika Ramadhani memiliki peluang besar untuk kembali dipanggil ke timnas Indonesia dan bersaing dengan Maarten Paes untuk mendapatkan tempat di posisi penjaga gawang.
Meskipun persaingan akan menjadi lebih sengit, namun hal tersebut juga akan menjadi ajang pembuktian bagi Andhika untuk menunjukkan bahwa dirinya layak untuk menjadi bagian dari skuad Garuda.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
