
WASPADA: Timnas Guinea U-23 bukan lawan remeh yang bisa dilibas dengan mudah oleh Garuda Muda karena pemain mereka juga banyak bermain di Eropa. (CAF)
JawaPos.com - Untuk memulihkan stamina, dua–tiga hari ke depan Shin Tae-yong (STY) melarang anak buahnya menyentuh bola. Mayoritas penggawa Guinea U-23 berkarier di luar negeri.
Guinea U-23 sudah tidak tampil di ajang kompetitif sejak kalah adu penalti melawan Mali di perebutan tempat ketiga Piala Afrika U-23 pada 8 Juli tahun lalu.
Terakhir, mereka beruji coba melawan Unio Esportiva Olot, sebuah klub asal Spanyol, pada 26 Maret 2024 yang mereka menangi 4-0. Jadi, sudah pasti tidak ada problem kebugaran jelang playoff melawan Indonesia U-23 pada Kamis (9/5) pekan depan di Paris, Prancis.
Sebaliknya, terhitung sejak ditundukkan Iraq U-23 dalam perebutan posisi ketiga Piala Asia U-23 pada Kamis (2/5) tengah malam WIB di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, praktis Indonesia U-23 hanya punya waktu tujuh hari untuk mempersiapkan diri menghadapi playoff di Stade Pierre Pibarot, Ales, Prancis, tersebut.
Padahal, laga itulah harapan tersisa Garuda Muda untuk bisa merebut tiket Olimpiade Paris 2024. Tim asuhan STY tersebut kandas di dua kesempatan sebelumnya untuk merebut tiket otomatis: dikalahkan Uzbekistan U-23 di semifinal dan Iraq U-23 di perebutan tempat ketiga.
Seperti terlihat saat melawan Iraq U-23, stamina para pilar Garuda Muda benar-benar terkuras. Karena itu, jelang playoff, STY memberikan perhatian utama ke persoalan stamina. ”Saya harus melakukannya (membuat program pemulihan stamina, Red) dengan baik. Yang jelas para pemain sangat lelah,” ungkap pelatih berkebangsaan Korea Selatan (Korsel) tersebut.
STY akan membagi dua periode persiapan. Pertama, memulihkan kondisi fisik. ”Menurut saya, sekitar dua sampai tiga hari kami hanya akan fokus pada pemulihan. Saya bahkan tidak akan membiarkan para pemain menyentuh bola,” jelas pelatih 53 tahun tersebut.
Setelah itu, sambung STY, dirinya punya waktu tiga hingga empat hari memasuki periode persiapan berikutnya. ”Kami akan membahas beberapa taktik dan analisis lawan,” ucapnya.
Berdasar data Transfermarkt, rata-rata usia penggawa Guinea U-23 adalah 21 tahun. Dan, 20 orang di antaranya berkarier di luar negeri. Sementara itu, rata-rata usia pemain Indonesia U-23 20,8 tahun dengan enam di antaranya berstatus abroad.
STY sepenuhnya sadar Guinea U-23 lawan yang berat. Tapi, tak ada pilihan lain, ”Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk mengambil kesempatan terakhir guna mendapatkan tiket Olimpiade,” tegasnya. (fiq/c9/ttg)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
