Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Mei 2024 | 19.28 WIB

Guinea U-23, Calon Lawan Indonesia U-23 Setahun Tak Tampil di Laga Kompetitif

WASPADA: Timnas Guinea U-23 bukan lawan remeh yang bisa dilibas dengan mudah oleh Garuda Muda karena pemain mereka juga banyak bermain di Eropa. (CAF) - Image

WASPADA: Timnas Guinea U-23 bukan lawan remeh yang bisa dilibas dengan mudah oleh Garuda Muda karena pemain mereka juga banyak bermain di Eropa. (CAF)

JawaPos.com - Untuk memulihkan stamina, dua–tiga hari ke depan Shin Tae-yong (STY) melarang anak buahnya menyentuh bola. Mayoritas penggawa Guinea U-23 berkarier di luar negeri.

Guinea U-23 sudah tidak tampil di ajang kompetitif sejak kalah adu penalti melawan Mali di perebutan tempat ketiga Piala Afrika U-23 pada 8 Juli tahun lalu.

Terakhir, mereka beruji coba melawan Unio Esportiva Olot, sebuah klub asal Spanyol, pada 26 Maret 2024 yang mereka menangi 4-0. Jadi, sudah pasti tidak ada problem kebugaran jelang playoff melawan Indonesia U-23 pada Kamis (9/5) pekan depan di Paris, Prancis.

Sebaliknya, terhitung sejak ditundukkan Iraq U-23 dalam perebutan posisi ketiga Piala Asia U-23 pada Kamis (2/5) tengah malam WIB di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, praktis Indonesia U-23 hanya punya waktu tujuh hari untuk mempersiapkan diri menghadapi playoff di Stade Pierre Pibarot, Ales, Prancis, tersebut.

Padahal, laga itulah harapan tersisa Garuda Muda untuk bisa merebut tiket Olimpiade Paris 2024. Tim asuhan STY tersebut kandas di dua kesempatan sebelumnya untuk merebut tiket otomatis: dikalahkan Uzbekistan U-23 di semifinal dan Iraq U-23 di perebutan tempat ketiga.

Seperti terlihat saat melawan Iraq U-23, stamina para pilar Garuda Muda benar-benar terkuras. Karena itu, jelang playoff, STY memberikan perhatian utama ke persoalan stamina. ”Saya harus melakukannya (membuat program pemulihan stamina, Red) dengan baik. Yang jelas para pemain sangat lelah,” ungkap pelatih berkebangsaan Korea Selatan (Korsel) tersebut.

STY akan membagi dua periode persiapan. Pertama, memulihkan kondisi fisik. ”Menurut saya, sekitar dua sampai tiga hari kami hanya akan fokus pada pemulihan. Saya bahkan tidak akan membiarkan para pemain menyentuh bola,” jelas pelatih 53 tahun tersebut.

Setelah itu, sambung STY, dirinya punya waktu tiga hingga empat hari memasuki periode persiapan berikutnya. ”Kami akan membahas beberapa taktik dan analisis lawan,” ucapnya.

Berdasar data Transfermarkt, rata-rata usia penggawa Guinea U-23 adalah 21 tahun. Dan, 20 orang di antaranya berkarier di luar negeri. Sementara itu, rata-rata usia pemain Indonesia U-23 20,8 tahun dengan enam di antaranya berstatus abroad.

STY sepenuhnya sadar Guinea U-23 lawan yang berat. Tapi, tak ada pilihan lain, ”Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk mengambil kesempatan terakhir guna mendapatkan tiket Olimpiade,” tegasnya. (fiq/c9/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore