MONCER: Nathan Tjoe-A-on jadi kepingan penting Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia U-23 bersama Shin Tae-yong. (Instagram Nathan Tjoe-A-on)
JawaPos.com - Di balik kemenangan dramatis Timnas Indonesia U-23 atas Timnas Korea Selatan (Korsel) U-23, muncul sebuah pertanyaan. Banyak yang bertanya-tanya mengapa Nathan Tjoe-A-On tidak ikut ambil bagian dalam babak adu penalti.
Seperti diketahui, Nathan tampil penuh dalam pertandingan yang berjalan selama 120 menit tersebut. Dari 11 pemain yang masih aktif terlibat dalam permainan di lapangan, hanya Nathan yang absen di babak adu penalti.
Ternyata, ada alasan teknis di balik ketidakterlibatan Nathan. Alasan ini berkaitan dengan Laws of the Game International Association Football Board (IFAB) Pasal 10 Poin 10.3.
Dilansir dari akun Instagram @forumwasitindonesia, Jumat (26/4), Pasal 10 Poin 10.3 ini menjelaskan bahwa jika sebelum babak adu penalti salah satu tim punya jumlah pemain yang lebih banyak dari tim lawan, maka tim tersebut harus mengurangi jumlah pemainnya menjadi sama dengan jumlah pemain lawan.
"Jika pada akhir pertandingan dan sebelum atau selama tendangan penalti, suatu tim mempunyai jumlah pemain yang lebih banyak dari lawannya, maka tim tersebut harus mengurangi jumlah pemainnya menjadi sama dengan jumlah lawannya," begitu bunyi dari Poin 10.3 bagian pembuka.
"Wasit harus diberitahu nama dan nomor panggung dari tim tersebut atau masing-masing tim untuk pemain yang dikecualikan. Pemain mana pun yang dikecualikan tidak berhak mengambil bagian dalam tendangan penalti."
Seperti diketahui, saat bermain di babak kedua, Korsel harus bermain dengan 10 pemain lantaran salah satu pemain mereka kena kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Justin Hubner. Korsel pun menjadi kalah jumlah dengan Indonesia.
Maka dari itu, sebelum babak adu penalti dimulai, Timnas Indonesia yang unggul jumlah pemain harus mencoret satu nama agar jumlahnya menjadi imbang dengan pemain korsel.
Di sini, Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih kepala beserta para staf dan pemain bisa disimpulkan telah sepakat untuk "mengorbankan" nama Nathan Tjoe-A-On dari daftar penendang penalti. Tentu STY dan para staf-nya juga punya alasan kenapa harus Nathan yang "dikorbankan."
Meski Nathan tidak ambil bagian, para penendang Timnas Indonesia U-23 berhasil menunaikan tugas dengan baik dan membawa Garuda terbang ke semifinal AFC U-23 Asian Cup 2024.