Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 April 2024 | 20.07 WIB

Andik Vermansah Ternyata Sempat Tak Diinginkan Pelatih Persebaya Freddy Muli

Andik Vermansyah di musim pertamanya bareng Persebaya Surabaya. - Image

Andik Vermansyah di musim pertamanya bareng Persebaya Surabaya.

Andik Vermansah pernah jadi megabintang di sepak bola Indonesia. Dia segelintir pemain yang bermain di kompetisi luar negeri. Tapi siapa sangka masuknya Andik ke Persebaya menyimpang kisah kontroversi.

Sidiq Prasetyo, Surabaya

WIMBA Sutan Fanosa masih ingat kejadian itu. Bahkan dia sempat tak membayangkan pemain yang masuknya penuh kontroversial itu bisa menjadi megabintang.

"Saya tahu karena saya masuk Persebaya duluan dibandingkan Andik, sekitar 2-3 bulan. Istilahnya sama-sama anak baru di musim 2008," kata Wimba.

Dia masuk bareng dengan almarhum Irfan Hidayatullah. Hanya beda klub di kompetisi internal.

"Saya dari Suryanaga dan Irfan dari Assyabaab. Andik masuk bareng Sunaji (kelak bergabung Arema)," terang Wimba.

Hanya, jelas Wimba, Andik tak bisa berlatih sampai latihan perdana di musim 2008. Alasannya, pelatih Freddy Muli tidak mau dengan pemain yang terakhir membela Persiraja Banda Aceh di Liga 2 musim 2023/2024 itu.

"Tapi ada pengurus sepakbola Jatim dan nasional yang memaksakan masuk. Orang itu ingin Andik dan Rendi (Rendi Irwan, mantan kapten Persebaya) harus bergabung," ujar Wimba yang hanya menulis inisial sosok yang dimaksudnya itu.

Seingatnya, Freddy tidak mau ada intervensi dalam pemilihan pemain saat dia memegang Persebaya Surabaya pada 2008. Apalagi, ketika itu, nama pelatih senior itu tengah melambung usai mengangkat nama PSMS Medan sebagai runner up kompetisi Divisi Utama, kompetisi level tertinggi di masa itu.

"Cuma rezekinya Andik. Pemain di posisi sayap banyak yang cedera. Jadi dia bisa masuk dan main," lanjut Wimba.

Pemain cedera yang dimaksudnya adalah Arif Ariyanto dan Nurcholis. Ternyata, kesempatan itu bisa dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Andik.

Sebagai pemain cadangan, Andik kemudian berubah menjadi pemain inti. Bahkan dia menjadi pemain andalan Green Force, julukan Persebaya. Sebaliknya dengan Wimba. Dia yang semula disebut sebagai bintang baru malah meredup.

"Di serangkaian uji coba, saya menjadi penyerang paling subur. Melebihi Jairon Feliciano dan Purwanto (dua penyerang inti pilihan Freddy Muli)," ujar Wimba.

Ya dengan penampilannya yang terus naik, Andik mampu mencetak 40 gol selama lima musim (2008-2013). Torehan yang akhirnya membuat dua klub Malaysia kepincut. Di musim 2013-2018, arek kelahiran Jember 23 November 1991 itu membela Selangor dan mencetak 50 gol. Setahun kemudian, 2018/2019, Andik pindah ke Kedah dan 11 kali menjebol gawang lawan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore