Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 April 2024 | 22.19 WIB

Mengingat Abdul Kirom, Sopir Mobil Ambulans itu Dulu Wonder Kid Persebaya

Abdul Kirom (nomor 17) memegang piala saat masih membela Persebaya Surabaya.

Persebaya selalu melahirkan pemain muda dengan talenta luar bisa. Setelah Marselo Ferdinan, kini ada Toni Firmansyah. Namun puluhan tahun sebelumnya ada Abdul Kirom. Sayang, dia layu sebelum benar-benar menjadi bintang.

Sidiq Prasetyo, Surabaya

POSTURNYA tidak terlalu tinggi. Bahkan ketika masih di lapangan, Abdul Kirom hanya dipandang sebelah mata karena tingginya tak kurang 160 sentimeter.

Beda dengan rekan-rekannya yang mempunyai postur 170-an sentimeter lebih. Namun Kirom, sapaan karibnya, menutupi dengan kelebihan skill dan kelincahannya mengolah bola.

"Saya masuk Persebaya dari junior. Empat tahun lamanya saya membela Persebaya Junior," ungkapnya.

Setelah itu, Kirom dipromosikan masuk ke Persebaya Senior di musim 1996/1997. Seangkatan dengan dia, kenang Kirom, adalah Uston Nawawi yang sekarang menjadi asisten pelatih Persebaya di Liga 1 2023/2024.

Di antara deretan bintang Green Force, julukan Persebaya, Kirom beberapa kali diberi kesempatan turun ke lapangan. Di musim perdana, lelaki yang dulu juga dijuluki Ciblek itu ikut membawa Persebaya juara Divisi Utama.

Sayang, usai membawa juara, Kirom meninggalkan Persebaya. Dia mengaku sangat kecewa dengan kejadian itu.

"Sebenarnya pelatih masih Rusdi (Bahalwan, almarhum). Saya gak dipakai lagi karena yang menentukan pemain bukan almarhum," ujar Kirom.

Hanya, dia tak mau itu dibahas lagi. Bahkan dengan bijak, bapak dua anak itu mendoakan sosok yang mendepaknya dengan baik.

"Saya kemudian disuruh Abdul Kadir (mantan pemain Persebaya dan Timnas Indonesia) untuk ke Arseto Solo. Saya ada di tim saat Arseto bubar 1998," tutur Kirom.

Di Arseto, dia berkumpul dengan pemain pemain papan atas Indonesia seperti I Komang Putra, Bonggo Pribadi, Agung Setyabudi,dan Ali Sunan. Ada juga, lanjutnya, Benny Van Breukelen yang kini menjadi pelatih kiper Persebaya.

"Saya kemudian ke Persijatim dan 2003 kembali ke Persebaya saat bermain di Divisi I (sekarang Liga 2). Saya ikut membawa Persebaya kembali ke Divisi Utama," terang Kirom.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore