
Agustiar "Ucok" Batubara (kanan berdiri) saat masih membela Persebaya Surabaya.
Jalan hidup manusia tidak ada yang tahu. Pernah masuk Persebaya dan kapten di tim-tim papan atas Indonesia, Agustiar Batubara kini bekerja menjadi petugas ketertiban Kota Surabaya
Sidiq Prasetyo, Surabaya
JABATAN kapten di sebuah tim sepak bola adalah amanah besar. Sebab, dia dianggap mempunyai nilai plus dibanding rekan rekannya yang lain.
Apalagi, kalau jabatan itu didapat saat membela klub-klub Indonesia peserta kompetisi liga teratas yang sekarang bernama Liga 1.
"Saya pernah menjadi kapten di Deltras, Barito Putera, dan Persela Lamongan. Klub klub itu berkompetisi di Divisi I yang menjadi kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia," kata Agustiar Batubara atau yang akrab disapa Ucok kepada JawaPos.com
Jabatan itu diberikan juga karena skill serta kemampuan yang dimiliki lelaki kelahiran 20 Agustus 1978 itu. Kemampuannya terasah dari kompetisi internal Persebaya.
"Klub saya di kompetisi internal Persebaya, Putra Gelora. Dari klub itu, saya terpanggil membela Persebaya Junior selama dua musim 1996-1998," papar Ucok.
Dia pun sukses mengantarkan Persebaya Junior lolos ke final Piala Suratin 1997. Sayang di final, Persebaya kalah dari PSB Bogor di babak final. Ucok bermain bersama rekan rekannya yang kelak menjadi pemain di kompetisi sepak bola PSSI kasta teratas seperti kiper Agung Prasetyo (Arema), Hariyanto (Persik), dan Mathalil (Persebaya).
"Dari junior, saya langsung naik ke Persebaya senior musim 1998/1999. Saya masuk line up dan memakai kaos di final Divisi Utama melawan PSIS di " ungkap Ucok.
Sayang, dia tak mendapat kesempatan bermain. Sebab, dia harus bersaing dengan dua senior yang juga pemain nasional Aji Santoso di bek kiri dan Anang Ma'ruf di bek kanan.
Dia hanya bertahan semusim di Persebaya. Ingin mendapat kesempatan bermain dan ajakan pemilik Putra Gelora, H. Mislan, membuat bapak dua anak ini pindah ke Gelora Dewata Bali.
Di klub Pulau Dewata itu, Ucok bukan lagi sebagai cadangan. Dia sudah masuk line up. Bahkan selalu menjadi pilihan utama meski klub itu kemudian pindah ke Sidoarjo berubah nama menjadi Gelora Putra Delta atau GPD dan Delta Putra Sidoarjo atau Deltras.
"Saya bertahan selama lima musim. Sempat kembali lagi ke Deltras 2007/2008 setelah sempat membela Persija Balikpapan 2006/2007," ujar Ucok.
Dari Deltras, Ucok kemudian melanglang ke berbagai klub. Mulai dari Pelita Jaya Purwakarta (2006-2008), Persela Lamongan (2008-2011), hingga Barito Putra (2011/2012) Banjarmasin dan Persegres Gresik (2012/2013).
"Saya mengakhiri karir sebagai pemain di Persipur Purwodadi pada 2017," tambah Ucok.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
