Faktor berkembangnya permainan Timnas Indonesia adalah lahirnya bintang-bintang muda macam Pratama Arhan dan Marselino Ferdinan, yang dikombinasikan talenta muda diaspora macam Rafael Struick.
JawaPos.com - Sejak era popularitas Timnas Indonesia pada AFF tahun 2010 yang digawangi Irfan Bachdim dan kolega, Timnas Indonesia memasuki periode popularitas baru di era Rafael Struick dan kawan-kawan.
Seperti diketahui, Pada tahun 2010, Timnas Indonesia mencapai puncak popularitasnya dalam waktu yang relatif singkat. Salah satu faktor di balik popularitas ini adalah penampilan gemilang macam Irfan Bachdim dan Cristian Gonzales.
Irfan Bachdim menjadi bintang Timnas Indonesia dan mencuri hati para penggemar sepak bola dengan permainannya yang berani, lincah, gol-gol dan selebrasi khasnya.
Sementara Cristian Gonzales tanpa perlu adaptasi yang lama, mampu menjadi bomber yang mematikan untuk Timnas Indonesia.
Nama Irfan Bachdim dan Cristian Gonzales banyak tercetak di jersey-jersey Timnas Indonesia era itu, mulai dari yang orisinil hingga yang imitasi.
Setelah era tersebut, popularitas Timnas Indonesia belum bisa di level yang sama. Bahkan dalam segi permainan, Timnas Indonesia cenderung menurun.
Faktor-faktor seperti masalah administratif, performa yang mengecewakan, dualisme dan konflik internal PSSI, semuanya berkontribusi pada kehilangan minat dan dukungan publik.
Era Baru Timnas
Beberapa tahun terakhir, publik sepak bola Indonesia telah menyaksikan perkembangan Timnas yang menarik perhatian. Seperti menjuarai SEA Games 2023, serta lolos Piala Asia dalam tiga kategori usia, U20, U23 dan Senior.
Bahkan, Timnas Indonesia mampu lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya sejak berpartisipasi di Piala Asia 2023 Qatar.
Faktor berkembangnya permainan Timnas Indonesia adalah lahirnya bintang-bintang muda macam Pratama Arhan dan Marselino Ferdinan, yang dikombinasikan talenta muda diaspora macam Rafael Struick dan Justin Hubner.
Seiring berkembangnya permainan tim nasional, popularitas juga mengiringi mereka. Nama Pratama Arhan, Asnawi Mangkualam, dan Marselino Ferdinan mampu menarik minat pendukung dari berbagai kalangan, baik secara langsung maupun di media sosial.
Salah satu indikator penting dalam mengukur popularitas seseorang adalah kehadiran mereka di media sosial. Sebut saja Pratama Arhan yang telah memiliki 7,2 juta pengikut di Instagram, sekaligus menjadi pemain sepak bola dengan pengikut terbanyak.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
