Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Maret 2024 | 21.57 WIB

Mengenang Jejak The Young Green Force Cetak Sejarah, Juara Edisi Pertama Elite Pro Academy U-20 2019

CETAK SEJARAH: Para pemain Persebaya U-20 merayakan gelar juara Elite Pro Academy U-20 2019 yang diraih secara dramatis atas PS Barito Putera U-20 di Stadion Kapten I Wayan Dipta. (Persebaya Surabaya) - Image

CETAK SEJARAH: Para pemain Persebaya U-20 merayakan gelar juara Elite Pro Academy U-20 2019 yang diraih secara dramatis atas PS Barito Putera U-20 di Stadion Kapten I Wayan Dipta. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya U-20 mempersembahkan sebuah kisah epik dalam dunia sepak bola Indonesia pada 2019. Mereka bukan hanya sekadar tim, tetapi simbol semangat, ketekunan, dan tekad yang tak kenal lelah.

Di panggung Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-20, mereka tidak hanya bermain untuk meraih gelar, tetapi juga mengukir sejarah dan membanggakan para Bonek serta seluruh pendukung setia Persebaya.

Perjalanan Persebaya U-20 menuju gelar juara EPA 2019 tidaklah mudah. Mereka harus melewati berbagai rintangan, tantangan, dan ujian yang menguji ketahanan mental dan fisik mereka. Namun, dengan semangat juang yang menggebu-gebu dan tekad yang bulat, mereka berhasil menaklukkan segala halangan yang ada di depan mereka.

Kisah epik Persebaya U-20 dimulai pada babak penyisihan, di mana mereka harus berjuang keras untuk melangkah ke babak berikutnya. Setiap pertandingan adalah ujian yang serius bagi mereka, tetapi mereka tidak pernah menyerah dan selalu memberikan yang terbaik di lapangan. Dengan permainan solid dan semangat membara, mereka berhasil finis di puncak klasemen dan melaju ke babak semifinal dengan percaya diri yang tinggi.

Di babak semifinal, Persebaya U-20 diuji oleh lawan-lawan tangguh yang tidak mudah dikalahkan. Namun, dengan kerja sama tim dan determinasi yang kuat, mereka berhasil mengatasi semua hambatan dan melangkah ke babak final dengan penuh keyakinan. Semangat juang mereka semakin berkobar-kobar, dan mereka siap menghadapi tantangan terbesar mereka di babak final.

Pertandingan final melawan Barito Putera U-20 adalah ujian terbesar bagi Persebaya U-20. Mereka harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-44 setelah kapten mereka, Rifky Afryan Hartono, dikeluarkan dari lapangan karena menerima dua kartu kuning. Namun, meski dalam situasi sulit, semangat juang mereka tidak surut. Mereka terus bertarung dengan gigih dan pantang menyerah, dan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan di menit-menit akhir pertandingan.

Drama adu penalti menjadi puncak ketegangan dalam pertandingan tersebut. Namun, dengan ketenangan dan kepercayaan diri yang tinggi, Persebaya U-20 keluar sebagai pemenang dengan skor 6-3. Penjaga gawang mereka, Ernando Ari Sutariyadi, tampil sebagai pahlawan dengan dua penyelamatan gemilang, sementara eksekutor penalti mereka, termasuk Rizky Ridho, berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.

Kemenangan ini tidak hanya menjadi sebuah prestasi bagi Persebaya U-20, tetapi juga menjadi sebuah inspirasi bagi banyak orang. Mereka telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan semangat juang yang tak kenal lelah, mimpi-mimpi bisa menjadi kenyataan. Mereka telah mengukir namanya dalam sejarah Persebaya dan meninggalkan jejak emas yang akan dikenang selamanya.

Prestasi gemilang ini juga menjadi bukti dari pembinaan baik yang dilakukan oleh manajemen Persebaya. Mereka telah memberikan perhatian besar pada kompetisi internal dan pembinaan usia dini, sehingga menghasilkan generasi pemain yang tangguh dan berpotensi.

Para pemain seperti Rizky Ridho adalah contoh nyata dari kesuksesan pembinaan tersebut, dan mereka akan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk mengejar impian.

“Alhamdulillah Tuhan merestui perjuangan kami, memberikan kami rezeki untuk menjadi juara,” kata pelatih Persebaya U-20, Uston Nawawi, seusai pertandingan dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya. “Terima kasih untuk perjuangan anak-anak, ofisial, dan dukungan maksimal dari manajemen. Tentu tak lupa Bonek yang selalu setia,” lanjutnya.

“Kemenangan atas Barito mengajarkan kepada anak-anak untuk tidak menyerah sampai peluit akhir pertandingan. Mengajarkan bahwa kesuksesan akan mengikuti perjuangan dan kerja keras. Ini akan menjadi bekal bagi masa depan mereka nanti,” pungkasnya.

Kemenangan ini juga merupakan hasil dari kerja sama tim yang solid dan komunikasi yang baik antara pemain dan pelatih. Semangat juang dan tekad yang kuat dari semua pihak telah menjadi kunci kesuksesan Persebaya U-20 dalam meraih gelar juara EPA 2019. Mereka telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, determinasi, dan semangat juang yang tinggi, tidak ada yang tidak mungkin dicapai.

Gelar juara ini bukanlah akhir dari perjalanan Persebaya U-20, tetapi hanya awal dari petualangan yang lebih besar. Mereka akan terus bekerja keras dan berjuang untuk meraih kesuksesan yang lebih besar di masa depan. Semoga kisah mereka dapat menjadi inspirasi bagi semua orang untuk tidak pernah menyerah dalam menghadapi tantangan dan selalu berjuang untuk meraih impian mereka.

"Gelar juara ini juga menjadikan para pemain memiliki catatan sejarah yang indah untuk dikenang dalam perjalanan hidupnya. Di sisi lain, gelar juara ini akan memotivasi mereka untuk terus meningkatkan kemampuan agar bisa bersaing di tim senior kelak," ujar Manajer Persebaya U-20 kala itu, Yahya Hasan Alkatiri, dikutip dari Jawa Pos koran edisi 13 Oktober 2019.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore