
PROGRES POSITIF: Arief Catur Pamungkas telah bertransformasi jadi pemain penting di lini belakang Persebaya Surabaya untuk menghalau serangan lawan. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Sebuah fakta mengejutkan terungkap dalam catatan disiplin Liga 1 musim ini. Bukan Wahyudi Hamisi dari PSS Sleman yang menjadi pemain dengan poin disiplin terjelek, melainkan bek Persebaya Surabaya, Arief Catur Pamungkas. Dalam beberapa hari terakhir, sorotan media sosial memang terfokus pada aksi brutal Wahyudi Hamisi terhadap Bruno Moreira. Namun, data catatan disiplin mengungkap fakta yang tak terduga.
Wahyudi Hamisi, pemain PSS yang menjadi perbincangan, memang melakukan tindakan yang tidak terpuji dalam pertandingan melawan Persebaya Surabaya. Saat itu, aksi menendang kepala Bruno Moreira menimbulkan kehebohan di kalangan pecinta sepak bola. Namun, ternyata bukan dia yang menduduki peringkat teratas dalam daftar pemain dengan poin disiplin terjelek.
Photo
Berdasarkan data Transfermarkt, bek Persebaya Arief Catur Pamungkas yang menjadi pemain 'terkotor' dalam Liga 1 musim ini. Meski baru mengoleksi empat kartu kuning, dua kartu merah langsung membuat poin disiplin Arief Catur menjadi yang terburuk di antara pemain lainnya. Kejadian ini cukup mengejutkan mengingat perhatian yang lebih besar terhadap insiden yang melibatkan Wahyudi Hamisi.
Pada pekan ke-27 Liga 1 2023/2024, Arief Catur telah mengoleksi 4 kartu kuning dan 2 kartu merah. Dua kartu merah tersebut membuatnya absen dalam 7 pertandingan. Keputusan wasit untuk mengusirnya terjadi dalam pertandingan melawan Persija Jakarta dan Dewa United. Di laga melawan Persija Jakarta, Arief Catur melakukan pelanggaran terakhir sehingga harus diusir. Sementara dalam pertandingan melawan Dewa United, dia melakukan sikutan yang berujung pada kartu merah.
Total poin disiplin yang dikumpulkan Arief Catur mencapai 14 poin, menjadikannya sebagai pemain dengan poin disiplin terjelek dalam Liga 1. Catatan ini tentu saja menjadi sorotan, mengingat pentingnya fair play dan sportivitas dalam sepak bola.
Photo
Menyusul di belakangnya adalah bek Persib Bandung, Nick Kuipers, dengan 13 poin. Sedangkan Wahyudi Hamisi, yang sebelumnya menjadi perbincangan hangat, hanya berada di posisi ke-7 dengan 11 poin disiplin. Meskipun demikian, catatan ini tetap menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap aturan dan sportivitas harus diutamakan oleh semua pemain dalam sebuah pertandingan.
Ini juga menjadi pembelajaran bagi semua pihak terkait pentingnya menjaga disiplin di lapangan. Perlakuan yang tidak sportif dapat merugikan tidak hanya pemain yang menjadi korban, tetapi juga citra baik dari klub dan kompetisi itu sendiri. Oleh karena itu, tindakan-tindakan yang melanggar aturan harus mendapatkan sanksi yang sesuai dan tegas.
Dengan demikian, catatan disiplin seperti ini juga menjadi alarm bagi PSSI dan otoritas terkait untuk lebih ketat dalam menegakkan aturan dan menjaga sportivitas dalam setiap pertandingan. Keadilan harus ditegakkan bagi semua pihak, tanpa pandang bulu.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
