Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Maret 2024 | 18.28 WIB

Mengejutkan! Persebaya Surabaya dan PSS Sleman jadi Tim dengan Pemain Paling Banyak Dihadiahi Kartu Akibat Pelanggaran

PROGRES POSITIF: Arief Catur Pamungkas telah bertransformasi jadi pemain penting di lini belakang Persebaya Surabaya untuk menghalau serangan lawan. (Persebaya Surabaya) - Image

PROGRES POSITIF: Arief Catur Pamungkas telah bertransformasi jadi pemain penting di lini belakang Persebaya Surabaya untuk menghalau serangan lawan. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Sebuah fakta mengejutkan terungkap dalam catatan disiplin Liga 1 musim ini. Bukan Wahyudi Hamisi dari PSS Sleman yang menjadi pemain dengan poin disiplin terjelek, melainkan bek Persebaya Surabaya, Arief Catur Pamungkas. Dalam beberapa hari terakhir, sorotan media sosial memang terfokus pada aksi brutal Wahyudi Hamisi terhadap Bruno Moreira. Namun, data catatan disiplin mengungkap fakta yang tak terduga.

Wahyudi Hamisi, pemain PSS yang menjadi perbincangan, memang melakukan tindakan yang tidak terpuji dalam pertandingan melawan Persebaya Surabaya. Saat itu, aksi menendang kepala Bruno Moreira menimbulkan kehebohan di kalangan pecinta sepak bola. Namun, ternyata bukan dia yang menduduki peringkat teratas dalam daftar pemain dengan poin disiplin terjelek.

Photo

Berdasarkan data Transfermarkt, bek Persebaya Arief Catur Pamungkas yang menjadi pemain 'terkotor' dalam Liga 1 musim ini. Meski baru mengoleksi empat kartu kuning, dua kartu merah langsung membuat poin disiplin Arief Catur menjadi yang terburuk di antara pemain lainnya. Kejadian ini cukup mengejutkan mengingat perhatian yang lebih besar terhadap insiden yang melibatkan Wahyudi Hamisi.

Pada pekan ke-27 Liga 1 2023/2024, Arief Catur telah mengoleksi 4 kartu kuning dan 2 kartu merah. Dua kartu merah tersebut membuatnya absen dalam 7 pertandingan. Keputusan wasit untuk mengusirnya terjadi dalam pertandingan melawan Persija Jakarta dan Dewa United. Di laga melawan Persija Jakarta, Arief Catur melakukan pelanggaran terakhir sehingga harus diusir. Sementara dalam pertandingan melawan Dewa United, dia melakukan sikutan yang berujung pada kartu merah.

Total poin disiplin yang dikumpulkan Arief Catur mencapai 14 poin, menjadikannya sebagai pemain dengan poin disiplin terjelek dalam Liga 1. Catatan ini tentu saja menjadi sorotan, mengingat pentingnya fair play dan sportivitas dalam sepak bola.

Photo

Menyusul di belakangnya adalah bek Persib Bandung, Nick Kuipers, dengan 13 poin. Sedangkan Wahyudi Hamisi, yang sebelumnya menjadi perbincangan hangat, hanya berada di posisi ke-7 dengan 11 poin disiplin. Meskipun demikian, catatan ini tetap menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap aturan dan sportivitas harus diutamakan oleh semua pemain dalam sebuah pertandingan.

Ini juga menjadi pembelajaran bagi semua pihak terkait pentingnya menjaga disiplin di lapangan. Perlakuan yang tidak sportif dapat merugikan tidak hanya pemain yang menjadi korban, tetapi juga citra baik dari klub dan kompetisi itu sendiri. Oleh karena itu, tindakan-tindakan yang melanggar aturan harus mendapatkan sanksi yang sesuai dan tegas.

Dengan demikian, catatan disiplin seperti ini juga menjadi alarm bagi PSSI dan otoritas terkait untuk lebih ketat dalam menegakkan aturan dan menjaga sportivitas dalam setiap pertandingan. Keadilan harus ditegakkan bagi semua pihak, tanpa pandang bulu.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore