
Momen Christian Carrasco usai mencetak gol bersama Persebaya.
Christian Carrasco hanya semusim di Persebaya. Meski singkat, bonek dan publik tak akan bisa melupakan pemain asal Cile itu. Mengapa?
Sidiq Prasetyo, Surabaya
Christian Carrasco sempat tinggal di Tangerang, Banten. Menjelang akhir karirnya, pesepak bola asal Cile itu membela klub kebanggaan kota tersebut, Persita Tangerang, pada 2010 hingga 2013.
Persita Tangerang sempat diperkirakan bakal menjadi klub terakhir dalam perjalanan karir sepak bola kelahiran Santiago 7 Juli 1978 tersebut. Sebelum akhirnya ada tawaran bermain di Liga Timor Leste dengan membela Assalam di musim 2017.
''Carrasco sepertinya balik ke Cile. Saya juga lama tak berkomunikasi,'' kata Luis Edmundo Durant Requelme saat dihubungi. Luis adalah rekan senegara Carrasco yang juga pernah satu tim dengannya di Persita.
Dia juga mengaku tak mempunyai nomor telepon rekannya tersebut. Luis ingin tahu tentang tujuan menanyakan nomor telepon Carrasco.
''Ah, buat wawancara tentang Persebaya. Dia terkenal di sini karena membela Persebaya dan bisa juara ya,'' ujar lelaki yang menjadi pelatih Persita di akhir musim 2022/2023 dan awal musim 2023/2024 itu
Ya, Carrasco memang selalu dikenang dan dikaitkan dengan Persebaya. Bagaimana tidak, meski hanya semusim, yakni 2004/2005 dia mampu membuat Green Force menjadi juara sekaligus menjadi top skor Persebaya dengan torehan 18 gol.
Carrasco didatangkan Persebaya dari klub PSMS Medan. Sebelum di PSMS, Carrasco bermain di Persim Maroa. Manajemen mengetahui kemampuannya karena kedua kesebelasan pernah bertemu saat berkompetisi di Divisi I yang ketika itu menjadi kompetisi kasta kedua dan Carrasco akhirnya menjadi top skor Divisi I.
''Saya didatangkan ke Persebaya setelah manajemen berbicara dengan agen saya, Nelson Sanchez,'' ungkap Carrasco seperti dikutip dari Buku The Champions, Persebaya Sang Juara.
Dia menolak jika Persebaya juara karena kontribusinya. Bagi Carrasco, suasana tim sangat mendukung untuk membawa Persebaya menjadi juara. ''Pemain di musim 2004 sangat luar biasa,'' ujarnya.
Selain juara dan top skor, ada sisi lain yang selalu diingatnya. Carrasco selalu memakai topeng tokoh superhero, Spiderman, usai mencetak gol. Baginya, selebrasi dalam menjebol gawang lawan harus berbeda dengan pemain lain.
''Saya mulai memakai topeng Spiderman setelah mencetak gol ya di Persebaya. Saya memilih Spiderman karena suka tokoh itu dari kecil,'' papar Carrasco.
Sayang, Carrasco hanya semusim di Green Force. Musim 2005, dia pergi ke Persipura Jayapura.
''Biasanya tim yang habis juara tidak ada target juara lagi di musim depannya. Padahal, saya selalu mau juara di setiap musim,'' tegasnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
