Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Februari 2024 | 19.18 WIB

Tragedi Memilukan di Lapangan Sepak Bola, Pemain Sepak Bola asal Subang Jawa Barat Tersambar Petir di Bandung

TURUT BERDUKA: Foto pemain sepak bola asal Subang jelang terkena sambaran petir. (Tangkapan layar @pangandaranism_) - Image

TURUT BERDUKA: Foto pemain sepak bola asal Subang jelang terkena sambaran petir. (Tangkapan layar @pangandaranism_)

JawaPos.com — Ketika lapangan menjadi saksi tragedi yang menggetarkan, nasib tragis pun menimpa seorang pemain sepak bola asal Subang, Jawa Barat.

Bermain di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, pada Sabtu (10/2), pria berumur sekitar 30 tahun tersebut meninggal dunia akibat tersambar petir.

Kejadian ini menjadi pukulan bagi dunia sepak bola, yang sebelumnya juga telah menyaksikan insiden-insiden serupa menimpa para pemain di berbagai belahan dunia.

Menurut keterangan saksi mata, insiden tragis ini terjadi saat pertandingan persahabatan antara tim yang berasal dari Bandung dan tim korban dari Subang.

Meskipun cuaca saat itu masih terang, awan mendung sudah mulai menggelayuti langit dari arah selatan dan timur stadion. Saat pertandingan berlangsung, petir pertama terdengar, namun berhasil dihindarkan berkat alat penangkal yang ada. Namun, petir kedua datang dengan kekuatan yang mengagetkan, membuat semua orang terdiam dan berusaha menyelamatkan diri.

Para pemain, termasuk korban, langsung tiarap untuk menghindari sambaran petir. Namun, nasib berkata lain bagi pria asal Subang tersebut. Meskipun banyak yang berusaha menolongnya, korban tidak berhasil bangkit dan akhirnya ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri. Dibawa ke pinggir lapangan, kondisinya semakin mengkhawatirkan dengan luka hitam kemerahan di dadanya dan sepatu bola yang terbakar akibat kejadian tersebut.

Usaha untuk menyelamatkan korban dilakukan dengan segera, namun sayangnya, nyawa pria tersebut tidak dapat diselamatkan. Kabar meninggalnya korban mengguncang banyak pihak, termasuk keluarga, teman-teman, dan komunitas sepak bola di Subang. Bagi mereka, kepergian korban adalah kehilangan yang besar dan meninggalkan luka yang mendalam.

Namun, insiden ini juga pernah terjadi sebelumnya dalam dunia sepak bola. Pada peristiwa sebelumnya, beberapa pemain lain juga mengalami nasib serupa, bahkan saat tengah berlatih atau bertanding. Salah satunya adalah mantan pesepak bola Belgia, Denis Dasoul, yang tewas tersambar petir saat belajar berselancar di Bali pada November 2017. Pria berusia 34 tahun itu tenggelam setelah petir menyambar saat dia dan instrukturnya sedang duduk di atas papan seluncur.

Kejadian serupa juga terjadi pada pemain-pemain lain di berbagai belahan dunia. Pada tahun 2016, Stefan Petrovski, kiper Malaka United, meninggal setelah tersambar petir saat berlatih. Dia menjalani perawatan intensif selama hampir satu bulan sebelum akhirnya meninggal dunia.

Di Rusia, seorang pemain berusia 18 tahun tewas di lapangan saat mengikuti kompetisi lokal, dan di Provinsi Kasai, Kongo, sebuah tim dinyatakan tewas secara massal akibat tersambar petir.

Insiden-insiden mengerikan ini menjadi pengingat akan betapa rapuhnya kehidupan dan betapa tak terduga datangnya kematian. Bahkan, dalam momen yang seharusnya penuh dengan kegembiraan dan semangat persaingan, bahaya selalu mengintai.

Meskipun demikian, dunia sepak bola tetap berkabung dan berduka atas kepergian para pemain yang telah menjadi bagian dari komunitas ini.

Tragedi di lapangan bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja. Insiden-insiden seperti ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih waspada dan memperhatikan faktor keamanan saat berada di lapangan.

Semoga para korban dapat beristirahat dengan tenang, dan semoga keluarga serta teman-teman yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore