
PSS SLEMAN Dewanto Rahadmoyo
JawaPos.com-PSS Sleman baru saja ditinggal salah satu sosok penting di tim. Manajer Dewanto Rahadmoyo memutuskan mundur dari jabatannya. Surat pengunduran diri Dewa telah diterima manajemen PSS pada 5 Oktober lalu.
Sepeninggal sang manajer, manajemen Super Elang Jawa –julukan PSS– langsung bergerak cepat mencari pengganti. Kabarnya, dalam waktu dekat posisi manajer bakal terisi. Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT PSS Andy Wardhana.
’’Saat ini kami sudah mencari beberapa nama. Semoga secepatnya menemukan manajer yang baru,’’ ujar Andy.
Andy mengungkapkan, alasan Dewa menyudahi kontrak lebih cepat adalah ingin fokus menekuni usaha miliknya. Manajemen pun menghormati keputusan tersebut.
’’Kami semua pasti kehilangan sosok beliau sebagai manajer tim. Karena ini keputusan yang diambil Mas Dewanto agar dapat lebih fokus mengurus bisnis pribadinya,’’ katanya.
Dewa resmi menjabat manajer tim pada 9 Mei lalu. Dewa adalah sosok yang tidak asing. Sebelumnya, dia pernah menjadi asisten manajer PSS pada musim 2018. Saat itu Dewa ikut mengantarkan Super Elja naik kasta sebagai kampiun Liga 2.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
