
Paulo Henrique pernah bergabung dengan salah satu klub paling legendaris di Brasil, SC Internacional, pada periode 2018/2019. (Instagram Persebaya)
PERSEBAYA Surabaya sejatinya sangat disayangkan tak memiliki striker haus gol musim ini. Padahal, klub kebanggaan Bonek dan Bonita itu pernah memiliki sederet bintang lapangan, khususnya dalam urusan membobol gawang lawan.
EDI YULIANTO, Editor JawaPos.com
___
Bicara musim ini, Persebaya sebenarnya memiliki Paulo Victor, pemain asal Brasil yang didatangkan Persebaya pada 2023. Victor memiliki predikat menjanjikan, apalagi melihat performanya saat tampil di Liga Kamboja bersama Visakha pada 2022. Dia menghasilkan 15 gol dari 17 penampilan.
Predikat itu sempat dijawab melalui penampilan impresif Victor pada putaran kedua musim lalu. Sayang, performa gemilangnya tak berlanjut ketika menjalani awal musim ini. Dia hanya menghasilkan sebiji gol dengan total delapan gol dari 29 penampilan.
Imbasnya, Persebaya mengasingkannya dan menunjuk Paulo Henrique sebagai suksesor sesama pemain asal Brasil. Namun, striker berkepala plontos itu belum juga menunjukkan ekspektasi lebih di hadapan pendukung setia Persebaya.
Paling mengecewakan kubu Bonek ketika mantan striker Persiraja Banda Aceh itu membuang kesempatan emas mencetak gol saat Persebaya menjamu PSIS Semarang beberapa hari lalu. Situasi itu membuat Persebaya harus puas bermain imbang 1-1.
Henrique mungkin masih mendapatkan kesempatan dari Paul Munster ketika menjalani laga kandang menyambut Bhayangkara FC, Minggu (4/2). Jika tak juga mencetak gol, maka perannya tak lebih baik dari Paulo Victor.
Nah, bicara striker gacor yang pernah dimiliki Persebaya, JawaPos.com coba membeberkan sejumlah nama yang dianggap memiliki kredibilitas sebagai striker tajam.
David da Silva
Pemain asal Brasil ini pernah menjadi idola di Surabaya, dan itu wajar merujuk kontribusinya bersama Green Force selama dua periode pada 2018 dan 2019-2020. Pada 2018, Da Silva mencetak 20 gol dari 23 penampilan. Sementara pada periode keduanya, pemain yang kini bermain bersama Persib Bandung itu menghasilkan 15 gol dari 19 penampilan saat berseragam Green Force.
Sebagian Bonek bahkan masih merindukan kebersamaannya dengan Persebaya, karena pemain berusia 34 tahun itu dinilai mumpuni sebagai striker Green Force.
Jacksen F Tiago
Satu lagi figur asal Brasil yang mengharumkan Persebaya. Dirinya bahkan tercatat sebagai pemain dan pelatih yang mempersembahkan gelar Liga Indonesia bersama klub kebanggaan Surabaya.
Saat masih berstatus sebagai pemain pada 1996/1997, dia dinobatkan sebagai predator setelah mencetak 26 gol. Fakta itu pula yang membuatnya sebagai top skor musim itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
