
PILAR PENTING: Yan Victor dan Dusan Stevanovic (kanan) akan jadi kunci penting Persebaya Surabaya menghadapi PSIS Semarang, Selasa (30/1). (Persebaya)
PERTAHANAN yang kukuh adalah tulang punggung keberhasilan sebuah tim sepak bola. Bagi Persebaya Surabaya, masalah kebobolan di babak kedua menjadi catatan kritis.
MOCH. RIZKY PRATAMA PUTRA, Reporter JawaPos.com
____
Analisis mendalam terhadap penyebab kebobolan ini menjadi langkah awal. Sementara Paul Munster harus merancang strategi yang tepat untuk memperbaiki pondasi pertahanan tim berjuluk Green Force ini.
Jelang menghadapi PSIS Semarang, Selasa (30/1), problem ini harus segera diselesaikan oleh Paul Munster. Jika tidak, ketajaman Gali Freitas dan Carlos Fortes akan jadi ancaman yang berbahaya bagi lini belakang Persebaya Surabaya, terutama di babak kedua hingga akhir pertandingan.
Berikut adalah penyebab kebobolan Persebaya Surabaya yang sering terjadi di babak kedua sebelum era Paul Munster.
Photo
Koordinasi yang Belum Optimal: Tingkat koordinasi di antara lini pertahanan Persebaya Surabaya menjadi sorotan utama. Saat pemain utama absen karena cedera atau akumulasi kartu, koordinasi terkadang menjadi masalah serius. Kebobolan cenderung terjadi ketika komunikasi antara bek dan kiper tidak optimal, memberikan celah bagi serangan lawan.
Rentan Terhadap Sisi Sayap: Data statistik menunjukkan bahwa sebagian besar gol yang diterima oleh Persebaya Surabaya berasal dari serangan sisi sayap. Flank kanan Persebaya Surabaya sering menjadi pintu masuk empuk bagi lawan untuk menciptakan peluang. Kelemahan dalam menanggapi crossing dan umpan dari sisi luar menjadi fokus utama untuk perbaikan.
Penguasaan Bola Atas yang Kurang: Pertandingan-pertandingan sebelumnya mencerminkan kekurangan dalam penguasaan bola atas, terutama dalam menghadapi bola mati dan situasi umpan crossing. Ini memberikan peluang bagi tim lawan untuk mencetak gol.
Berikut strategi perbaikan yang diusulkan untuk mengantisipasi kebobolan di babak kedua bagi Persebaya Surabaya.
Latihan Intensif untuk Koordinasi: Latihan intensif yang difokuskan pada koordinasi antarpemain di lini pertahanan perlu diterapkan. Sesi latihan khusus dapat membantu meningkatkan pemahaman taktis dan komunikasi di antara bek dan kiper, mencegah terjadinya blunder seperti dalam beberapa pertandingan sebelumnya.
Penekanan pada Pertahanan Sisi Sayap: Melalui analisis data, strategi bertahan terhadap serangan dari sisi sayap dapat dikembangkan. Peningkatan dalam menutup ruang dan respons cepat terhadap crossing dapat mengurangi risiko kebobolan. Hal ini akan menjadi fokus utama dalam latihan dan pertandingan.
Latihan Khusus Bola Atas: Penguasaan bola atas harus menjadi fokus utama dalam latihan, terutama dalam situasi bola mati. Dengan dua menara kembar di lini belakang, Yan Victor dan Dusan Stevanovic, peningkatan ketinggian lompatan, penempatan tubuh yang tepat, dan insting dalam menghadapi bola udara dapat meningkatkan performa bertahan.
Rotasi Pemain Secara Taktis: Paul Munster perlu mengevaluasi kemungkinan rotasi pemain di lini pertahanan, terutama jika pola kebobolan berulang. Pemain dengan kemampuan defensif lebih baik atau pengalaman yang lebih luas dapat membawa kestabilan tambahan ke tim.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
