Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Januari 2024 | 00.50 WIB

Membedah Mitos Persebaya Surabaya Sering Kebobolan di Babak Kedua dan Rencana Paul Munster

PILAR PENTING: Yan Victor dan Dusan Stevanovic (kanan) akan jadi kunci penting Persebaya Surabaya menghadapi PSIS Semarang, Selasa (30/1). (Persebaya) - Image

PILAR PENTING: Yan Victor dan Dusan Stevanovic (kanan) akan jadi kunci penting Persebaya Surabaya menghadapi PSIS Semarang, Selasa (30/1). (Persebaya)

PERTAHANAN yang kukuh adalah tulang punggung keberhasilan sebuah tim sepak bola. Bagi Persebaya Surabaya, masalah kebobolan di babak kedua menjadi catatan kritis.

MOCH. RIZKY PRATAMA PUTRA, Reporter JawaPos.com

____

Analisis mendalam terhadap penyebab kebobolan ini menjadi langkah awal. Sementara Paul Munster harus merancang strategi yang tepat untuk memperbaiki pondasi pertahanan tim berjuluk Green Force ini.

Jelang menghadapi PSIS Semarang, Selasa (30/1), problem ini harus segera diselesaikan oleh Paul Munster. Jika tidak, ketajaman Gali Freitas dan Carlos Fortes akan jadi ancaman yang berbahaya bagi lini belakang Persebaya Surabaya, terutama di babak kedua hingga akhir pertandingan.

Berikut adalah penyebab kebobolan Persebaya Surabaya yang sering terjadi di babak kedua sebelum era Paul Munster.

Photo

Koordinasi yang Belum Optimal: Tingkat koordinasi di antara lini pertahanan Persebaya Surabaya menjadi sorotan utama. Saat pemain utama absen karena cedera atau akumulasi kartu, koordinasi terkadang menjadi masalah serius. Kebobolan cenderung terjadi ketika komunikasi antara bek dan kiper tidak optimal, memberikan celah bagi serangan lawan.

Rentan Terhadap Sisi Sayap: Data statistik menunjukkan bahwa sebagian besar gol yang diterima oleh Persebaya Surabaya berasal dari serangan sisi sayap. Flank kanan Persebaya Surabaya sering menjadi pintu masuk empuk bagi lawan untuk menciptakan peluang. Kelemahan dalam menanggapi crossing dan umpan dari sisi luar menjadi fokus utama untuk perbaikan.

Penguasaan Bola Atas yang Kurang: Pertandingan-pertandingan sebelumnya mencerminkan kekurangan dalam penguasaan bola atas, terutama dalam menghadapi bola mati dan situasi umpan crossing. Ini memberikan peluang bagi tim lawan untuk mencetak gol.

Berikut strategi perbaikan yang diusulkan untuk mengantisipasi kebobolan di babak kedua bagi Persebaya Surabaya.

Latihan Intensif untuk Koordinasi: Latihan intensif yang difokuskan pada koordinasi antarpemain di lini pertahanan perlu diterapkan. Sesi latihan khusus dapat membantu meningkatkan pemahaman taktis dan komunikasi di antara bek dan kiper, mencegah terjadinya blunder seperti dalam beberapa pertandingan sebelumnya.

Penekanan pada Pertahanan Sisi Sayap: Melalui analisis data, strategi bertahan terhadap serangan dari sisi sayap dapat dikembangkan. Peningkatan dalam menutup ruang dan respons cepat terhadap crossing dapat mengurangi risiko kebobolan. Hal ini akan menjadi fokus utama dalam latihan dan pertandingan.

Latihan Khusus Bola Atas: Penguasaan bola atas harus menjadi fokus utama dalam latihan, terutama dalam situasi bola mati. Dengan dua menara kembar di lini belakang, Yan Victor dan Dusan Stevanovic, peningkatan ketinggian lompatan, penempatan tubuh yang tepat, dan insting dalam menghadapi bola udara dapat meningkatkan performa bertahan.

Rotasi Pemain Secara Taktis: Paul Munster perlu mengevaluasi kemungkinan rotasi pemain di lini pertahanan, terutama jika pola kebobolan berulang. Pemain dengan kemampuan defensif lebih baik atau pengalaman yang lebih luas dapat membawa kestabilan tambahan ke tim.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore