
Alfendra Dewangga - Muhammad Taufiq (ANGGER BONDAN/JAWA POS)
JUJUR, sebenarnya saya tidak kaget dengan situasi Persik Kediri saat ini. Dulu semasa saya bermain di sana juga begitu, begitu pula musim lalu.
Situasi di mana Persik selalu terlambat panas ketika memulai kompetisi.
Masih mencari chemistry. Masih mencari komposisi yang pas.
Dulu, ketika saya bermain di sana musim 2013 dan 2016, Persik juga sempat tertatih-tatih ketika memulai kompetisi. Saat itu kami persiapan hanya satu bulan sebelum kasta tertinggi dimulai. Kami kelimpungan karena chemistry belum dapat.
Hal yang sama kembali terulang ketika saya kembali ke Persik setelah dari Persija Jakarta pada musim 2016 ketika main di ISC B. Persiapan juga singkat. Ujungnya, kami kembali kacau di awal musim.
Kalau yang musim ini, saya lihat ’’penyakit” itu masih ada. Padahal, yang saya tahu, kalau ngomong persiapan menghadapi musim ini, bisa dibilang Macan Putih sudah maksimal. Sempat TC (training camp) juga di Jakarta.
Memang banyak faktor ya. Puncaknya ya saat coach Javier Roca mundur. Tidak akan mudah bagi Persik. Apalagi, yang akan menjamu mereka hari ini adalah PSIS Semarang. Tim yang di pertandingan sebelumnya juga kalah, jadi sudah pasti akan mati-matian mengamankan kemenangan di kandang sendiri. Tim yang juga dihuni skuad yang terbilang mewah.
Tapi, PSIS tetap harus hati-hati. Persik bukannya tidak bisa menggigit ya. Justru, sekarang ini pemain-pemain Persik saya perkirakan akan bermain tanpa beban. Itu yang akan jadi senjata rahasia Macan Putih.
Oke, dari sisi apa saja Persik berada di bawah PSIS. Tapi, beban justru ada di tuan rumah. Mereka dituntut menang. Dituntut bisa memberikan tiga poin di hadapan suporter sendiri.
Kalau saya prediksi, Persik bisa menang tipis. Atau minimal imbang. Pokoknya bawa poin dari Semarang asalkan bermain lepas tanpa beban.
Di pertandingan lain, Barito Putera menjamu Bali United. Sama dengan PSIS dan Persik, dua tim ini juga kalah di pekan sebelumnya. Barito Putera kalah di laga tandang melawan PSS Sleman, Bali United takluk oleh Arema FC di kandang sendiri.
Ini yang sulit, kedua tim sama-sama ingin bangkit dari kekalahan. Pertandingan pasti alot. Intensitas bisa tinggi. Tapi, saya lebih condong Barito Putera yang menang. Kenapa? Tidak mudah bagi tim tamu menang di Banjarmasin. Borneo FC yang tengah menanjak performanya itu sudah merasakan kekalahan di kandang Barito Putera.
Hasil akhir menang Barito Putera, tapi dengan banyak gol yang tercipta. Tidak hanya menang 1-0. Mungkin bisa 2-1 atau 3-2.
Soalnya, Bali United punya lini depan yang bagus. Irfan Jaya, Ilija Spasojevic, Eber Bessa, sampai Privat Mbarga. Jadi, mereka punya peluang besar membobol gawang lawan.
*) RENDI IRWAN, Mantan pemain Persik, kini membela Deltras Sidoarjo

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
