
MENANTI KEAJAIBAN: Shin Tae-yong tegaskan dirinya sangat paham dengan sepak bola Jepang jelang laga menghadapi Samurai Biru, Rabu (24/1). (Tim Media PSSI)
JawaPos.com - Perjalanan panjang rivalitas sepak bola antara Timnas Indonesia dan Jepang pada periode 1960-an hingga 1980-an membawa kita ke momen-momen dramatis yang diwarnai kemenangan gemilang dan kekalahan pahit di lapangan.
Babak awal pertemuan kedua tim terjadi dalam penyisihan Merdeka Games Malaysia 1968 di Stadion Perak, Ipoh, di mana Timnas Indonesia mencatatkan kemenangan mengesankan dengan mencukur Jepang 7-0. Kemenangan ini tidak hanya memberikan modal kuat bagi Timnas Indonesia dalam rivalitas ini, tetapi juga menciptakan kenangan tak terlupakan.
Momen bersejarah lainnya datang pada 9 Juni 1974, ketika Timnas Indonesia meraih kemenangan perdana melawan Jepang di Stadion Utama Senayan, Jakarta, dalam turnamen Anniversary Cup. Kemenangan 3-0 dengan dua gol dari Abdul Kadir dan satu gol dari Risdianto menandai dominasi Timnas Indonesia dalam periode pertama rivalitas ini.
Dalam catatan pertemuan di era tersebut, Timnas Indonesia mengemas enam kemenangan dari 15 pertandingan menghadapi Jepang. Namun, tidak hanya kemenangan yang menjadi bagian dari kisah ini.
Meskipun mencatat kemenangan terbesar pada 1968, Timnas Indonesia juga menghadapi kekalahan terburuk di Merdeka Games Malaysia 1976, dengan skor 0-5.
Babak terakhir dalam periode pertama rivalitas ini terjadi di Stadion Utama Senayan, 24 Februari 1981, ketika Timnas Indonesia mengakhiri perjumpaan dengan Jepang dengan kemenangan pamungkas 2-0 melalui gol Bambang Nurdiansyah dan Berty Tutuarima. Momen ini menciptakan kenangan manis bagi Timnas Indonesia di era tersebut.
Namun, seperti dalam setiap kisah sepak bola, tidak selalu ada kemenangan. Pada kualifikasi Piala Dunia Italia 1990, Timnas Indonesia hanya sekali mampu menghindar dari kekalahan saat bermain imbang tanpa gol di Stadion Utama Senayan pada 28 Mei 1989. Namun, dalam laga kedua di Stadion Nasional Nishioka, Tokyo, 11 Juni 1989, Timnas Indonesia dilibas 0-5 oleh Jepang.
Rivalitas sepak bola antara Timnas Indonesia dan Jepang di era 1960-an hingga 1980-an tidak hanya tentang pertandingan, melainkan sebuah perjalanan emosional. Dari kejutan besar hingga kemenangan bersejarah, dan dari kekalahan pahit hingga momen epik, kedua tim telah membentuk sejarah tak terlupakan.
Meski Jepang mungkin unggul dalam statistik, Timnas Indonesia tetap menyimpan kenangan gemilang dan semangat juang yang pantang padam menjelang laga krusial Grup D Piala Asia 2023. Rivalitas ini bukan hanya tentang hasil akhir di papan skor, tetapi juga tentang semangat dan gairah yang mengalir di dalam hati para pemain dan penggemar sepak bola kedua negara.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
