
DUEL: Bruno Moreira berusaha melewati barisan pertahanan Persik. (Persebaya)
JawaPos.com – Menghangatkan perbincangan di jagat sepak bola Indonesia, terutama wacana penambahan peserta Liga 1 menjadi 20 tim pada musim depan telah mencuat.
Meskipun diapresiasi sebagai langkah yang dapat meningkatkan daya saing, perubahan ini tidak lepas dari sorotan dan kritik dari para pengamat sepak bola Indonesia.
Artikel ini akan membahas dengan kritis wacana tersebut, menyelami argumen pendukung dan kritik, serta melihat implikasinya terhadap kompetisi sepak bola Tanah Air.
Latar Belakang Wacana Penambahan Peserta Liga 1
Mengawali diskusi, Liga 1 Indonesia 2023/2024 yang sedang memasuki masa jeda menjadi sorotan dengan kemungkinan penambahan peserta menjadi 20 tim.
Saat ini, kompetisi diikuti oleh 18 tim, dengan sistem degradasi dan promosi yang melibatkan tiga tim terbawah dan teratas. Inspirasi dari liga-liga top Eropa menjadi dasar argumen untuk membuat Liga 1 semakin kompetitif.
Perspektif Pengamat Sepak Bola
Pengamat sepak bola Indonesia, Kesit Budi Handoyo, menanggapi wacana ini dengan sikap terbuka. Baginya, jumlah peserta bukanlah masalah utama selama kualitas kompetisi terus meningkat.
Kesit menegaskan bahwa fokus haruslah pada peningkatan kualitas untuk mencapai peringkat kompetisi AFC yang lebih baik.
Namun, tak semua pihak sepakat dengan wacana ini. Yusuf Kurniawan, atau Bung Yuke, merespons dengan hati-hati. Dia memperingatkan potensi spekulasi negatif yang dapat muncul, terutama terkait upaya penyelamatan bagi tim tertentu.
Bung Yuke bahkan menyajikan konsep idealnya, yaitu pembagian kompetisi menjadi tiga wilayah, masing-masing dihuni oleh 12 tim, untuk memastikan efisiensi biaya dan kesempatan merata bagi klub-klub di seluruh Indonesia.
Pandangan dari anggota Komite Eksekutif PSSI, Ahmad Riyadh, menambah dimensi keputusan. Riyadh menegaskan bahwa perubahan seperti ini harus melibatkan Kongres, yang membutuhkan usulan dari anggota dan menjadi bagian dari agenda pembahasan Kongres PSSI.
Analisis Kritis
Pertimbangan untuk menambah jumlah peserta Liga 1 menjadi 20 tim memiliki implikasi yang mendalam. Meskipun ambisi untuk meniru liga-liga Eropa patut dihargai, perlu dipertimbangkan apakah struktur dan dinamika sepak bola Indonesia sesuai dengan model tersebut.
Kritik terhadap potensi spekulasi dan perlunya konsistensi dengan keputusan awal menjadi faktor krusial yang harus diperhitungkan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
