Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Januari 2024 | 04.12 WIB

Drama Babak Pertama Indonesia Tertinggal 1-0 dari Libya, Strategi Direct Ball Mematikan Milutin Sredojevic

TERTINGGAL: Strategi Shin Tae-yong tidak berjalan baik di babak pertama ketika Indonesia menghadapi Libya dalam laga uji coba di Turki. (PSSI) - Image

TERTINGGAL: Strategi Shin Tae-yong tidak berjalan baik di babak pertama ketika Indonesia menghadapi Libya dalam laga uji coba di Turki. (PSSI)

JawaPos.com – Babak pertama pertandingan seru antara Timnas Indonesia dan Libya diwarnai oleh strategi direct ball yang mematikan dari pasukan Libya.

Dengan keunggulan 1-0 melalui gol Ahmed Ekrawa, Indonesia harus mengejar ketertinggalan di babak kedua. Berikut ini adalah liputan eksklusif jawapos.com tentang pertandingan sengit tersebut.

Pressing Tinggi dan Taktik Direct Ball, Ancaman Nyata dari Libya

Pertandingan dimulai dengan Timnas Indonesia mengenakan jersey merah-merah, sementara Libya tampil dengan jersey putih-hitam. Dalam babak pertama, formasi 4-4-2 diterapkan, tetapi tekanan tinggi dari Libya membuat Indonesia kesulitan mengembangkan permainan.

Pada menit 0-15, Indonesia memberikan tekanan awal melalui flank kiri mereka. Peluang dari Rafael Struick dan Saddil Ramdani menjadi ancaman nyata, namun barisan Libya berhasil menahan serangan tersebut. Hasilnya, Timnas Indonesia lebih dominan dalam penguasaan bola.

Namun, kecepatan dan taktik direct ball menjadi senjata utama Libya. Pada menit keenam, peluang emas dari Ekrawa mengguncang pertahanan Indonesia, tetapi masih menyamping dari gawang Syahrul Trisna. Para pemain Libya terus memanfaatkan kekosongan di antara lini belakang dan kiper Indonesia, menghasilkan peluang berbahaya.

Strategi Direct Ball Membuat Indonesia Kewalahan

Pertandingan berjalan semakin sengit di menit 16-30. Ekrawa dan Khoja terus merepotkan lini belakang Indonesia, dengan tembakan ke gawang yang cukup mengancam. Hasilnya, pada menit ke-25, Libya berhasil unggul 1-0 melalui gol Ekrawa yang tak terantisipasi.

Selain itu, Fadel Ali Salama dan para pemain Libya terus menekan dan memanfaatkan setiap celah di pertahanan Indonesia. Meskipun terdapat pelanggaran di luar kotak penalti yang memberikan tendangan bebas bagi Indonesia, upaya untuk menyamakan kedudukan belum membuahkan hasil.

Kesulitan Menerobos Pressing Tinggi Libya

Memasuki menit 31-45, pelatih Milutin Sredojevic berhasil menerapkan strategi direct ball dengan baik, mengatur tempo serangan untuk mengungguli taktik yang diterapkan oleh Shin Tae-yong bagi Indonesia. Pressing tinggi dari Libya membuat Indonesia kesulitan keluar dari tekanan, sementara umpan-umpan tidak akurat menjadi masalah utama bagi Garuda.

Dendi Sulistyawan dan Yacob Sayuri mencoba menciptakan peluang dari flank kiri Indonesia, namun belum mampu membobol gawang lawan. Umpan-umpan yang tidak akurat dan kebingungan saat masuk ke final third membuat peluang-peluang tersebut berakhir sia-sia.

Terlalu Naik atau Terlambat Turun, Masalah Dua Fullback Indonesia

Selain itu, terlihat bahwa dua fullback Indonesia terlalu naik dan terlambat turun, meninggalkan jalur serangan terbuka bagi pemain-pemain Libya. Strategi direct ball yang dimainkan dengan kecepatan membuat Indonesia harus waspada terhadap serangan balik yang cepat dan tajam.

Kesimpulan Babak Pertama: Indonesia Tertinggal 1-0

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore