
Pelatih Fisik Persebaya Surabaya Muhammad Alimudin.
JawaPos.com - Muhammad Alimudin menjadi sosok yang paling sibuk di Persebaya Surabaya belakangan. Sebab, selain menjadi pelatih fisik, dia punya jabatan tak resmi: kartekernya karteker.
Itu terjadi setelah Uston Nawawi harus ke Jakarta sejak Senin (4/12). Karteker pelatih Persebaya tersebut menjalani kursus lisensi AFC Pro. Karena Green Force tak punya asisten pelatih, Alimudin pun ditunjuk sebagai ”pelatih kepala” sementara alias kartekernya karteker.
Pelatih asal Depok, Jawa Barat, itu tidak merasa terbebani. Justru bersyukur. ”Karena dari situ saya bisa banyak belajar. Ternyata mengelola tim itu tidak mudah,” katanya kepada Jawa Pos.
Sebagai pelatih fisik, selama ini fokusnya hanya menangani fisik pemain. Tapi, tidak demikian halnya ketika dia menjadi kartekernya karteker. ”Kalau head coach kan memimpin dan fokus ke semuanya. Mulai aspek fisik, teknik, sampai psikologis pemain. Jadi, selama sepekan menggantikan coach Uston, yang paling terasa adalah bebannya. Tapi, itu juga jadi pembelajaran buat saya,” beber pelatih 36 tahun tersebut.
Beban itu makin terasa karena Green Force tengah terpuruk. Juara Liga Indonesia dua kali tersebut belum pernah menang dalam lima laga pemungkas. Menelan empat kekalahan dan meraih satu hasil imbang.
Alimudin membawa unsur kedekatan selama latihan. ”Saya ini kan sudah cukup lama di Persebaya. Jadi, hampir semua pemain kenal bagaimana karakter saya,” bebernya.
Karena relasi hangat dengan para pemain itu, Alimudin membawa sistem baru dalam latihan: kenyamanan. Dia memastikan latihan baru dimulai saat semua pemain dalam kondisi rileks.
”Karena semua (hasil) berawal dari sesi latihan. Kalau di latihan nyaman, di pertandingan pemain pasti merasa nyaman juga. Tapi bukan berarti materi latihannya santai,” terangnya.
Materi latihan yang diberikan tetap serius. Soal taktikal, Alimudin hanya bertugas menjadi penerus Uston. ”Karena semua program latihan memang dari coach Uston. Saya tinggal mentransfer apa yang sudah diberikan beliau,” kata pelatih kelahiran 3 Agustus 1987 itu.
Alimudin pun bersyukur Uston mendapat izin saat Persebaya menjamu Persija Jakarta sore ini. Kalau tidak, bisa-bisa Alimudin yang harus memimpin tim dari bench. ”Saya sih berharap tim bisa menampilkan yang terbaik dan kembali meraih tiga poin,” tutur mantan pelatih fisik tim junior Barito Putera tersebut. (gus/c9/ttg)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
