Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Desember 2023 | 20.46 WIB

Muhammad Alimudin, Kartekernya Pelatih Karteker Persebaya Surabaya

Pelatih Fisik Persebaya Surabaya Muhammad Alimudin. - Image

Pelatih Fisik Persebaya Surabaya Muhammad Alimudin.

JawaPos.com - Muhammad Alimudin menjadi sosok yang paling sibuk di Persebaya Surabaya belakangan. Sebab, selain menjadi pelatih fisik, dia punya jabatan tak resmi: kartekernya karteker.

Itu terjadi setelah Uston Nawawi harus ke Jakarta sejak Senin (4/12). Karteker pelatih Persebaya tersebut menjalani kursus lisensi AFC Pro. Karena Green Force tak punya asisten pelatih, Alimudin pun ditunjuk sebagai ”pelatih kepala” sementara alias kartekernya karteker.

Pelatih asal Depok, Jawa Barat, itu tidak merasa terbebani. Justru bersyukur. ”Karena dari situ saya bisa banyak belajar. Ternyata mengelola tim itu tidak mudah,” katanya kepada Jawa Pos.

Sebagai pelatih fisik, selama ini fokusnya hanya menangani fisik pemain. Tapi, tidak demikian halnya ketika dia menjadi kartekernya karteker. ”Kalau head coach kan memimpin dan fokus ke semuanya. Mulai aspek fisik, teknik, sampai psikologis pemain. Jadi, selama sepekan menggantikan coach Uston, yang paling terasa adalah bebannya. Tapi, itu juga jadi pembelajaran buat saya,” beber pelatih 36 tahun tersebut.

Beban itu makin terasa karena Green Force tengah terpuruk. Juara Liga Indonesia dua kali tersebut belum pernah menang dalam lima laga pemungkas. Menelan empat kekalahan dan meraih satu hasil imbang.

Alimudin membawa unsur kedekatan selama latihan. ”Saya ini kan sudah cukup lama di Persebaya. Jadi, hampir semua pemain kenal bagaimana karakter saya,” bebernya.

Karena relasi hangat dengan para pemain itu, Alimudin membawa sistem baru dalam latihan: kenyamanan. Dia memastikan latihan baru dimulai saat semua pemain dalam kondisi rileks.

”Karena semua (hasil) berawal dari sesi latihan. Kalau di latihan nyaman, di pertandingan pemain pasti merasa nyaman juga. Tapi bukan berarti materi latihannya santai,” terangnya.

Materi latihan yang diberikan tetap serius. Soal taktikal, Alimudin hanya bertugas menjadi penerus Uston. ”Karena semua program latihan memang dari coach Uston. Saya tinggal mentransfer apa yang sudah diberikan beliau,” kata pelatih kelahiran 3 Agustus 1987 itu.

Alimudin pun bersyukur Uston mendapat izin saat Persebaya menjamu Persija Jakarta sore ini. Kalau tidak, bisa-bisa Alimudin yang harus memimpin tim dari bench. ”Saya sih berharap tim bisa menampilkan yang terbaik dan kembali meraih tiga poin,” tutur mantan pelatih fisik tim junior Barito Putera tersebut. (gus/c9/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore