Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Mei 2026 | 17.29 WIB

PSBS Biak Segera Resmi Degradasi di Pekan 31! Persebaya Surabaya Jadi Aktor Intelektual Penyebabnya

Pemain PSBS Biak saat berjuang bertahan di Super League 2025/2026. (PSBS) - Image

Pemain PSBS Biak saat berjuang bertahan di Super League 2025/2026. (PSBS)

JawaPos.com — Situasi genting tengah membayangi PSBS Biak yang kini berada di ambang degradasi dari Super League 2025/2026. Laga melawan Persebaya Surabaya berpotensi menjadi titik akhir perjalanan mereka di kasta tertinggi.

PSBS Biak benar-benar berada dalam kondisi paling kritis sepanjang musim ini dengan hanya mengoleksi 18 poin dari 30 pertandingan. Posisi mereka yang terbenam di dasar klasemen menjadi gambaran nyata betapa beratnya perjuangan tim berjuluk Badai Pasifik tersebut.

Kondisi makin memburuk setelah kekalahan telak pada pekan ke-30 yang terasa seperti pukulan telak bagi mental tim. Bermain di Stadion Maguwoharjo, mereka dipermalukan Malut United dengan skor mencolok 0-7.

Hasil tersebut bukan sekadar kekalahan biasa, melainkan yang terbesar sepanjang musim ini bagi PSBS. Lebih dari itu, permainan tim memperlihatkan penurunan drastis dalam hal organisasi, fokus, hingga daya juang di lapangan.

Kini, ancaman degradasi tidak lagi bersifat spekulatif atau sekadar hitungan di atas kertas. PSBS sudah berada di fase di mana nasib mereka bisa ditentukan kapan saja, bahkan lebih cepat dari yang diperkirakan.

Secara matematis, peluang untuk bertahan di liga utama memang belum sepenuhnya tertutup, tetapi sangat kecil. Mereka tertinggal 11 poin dari Madura United yang saat ini berada di batas aman klasemen.

Dengan empat pertandingan tersisa, PSBS hanya bisa mencapai maksimal 30 poin jika mampu menyapu bersih semua laga. Namun, skenario tersebut terasa sulit diwujudkan melihat tren performa tim yang justru terus menurun.

Delapan kekalahan beruntun menjadi bukti nyata krisis yang sedang dialami PSBS. Tidak hanya soal taktik, tetapi juga menyangkut kepercayaan diri pemain yang terlihat semakin menipis dari laga ke laga.

Situasi ini membuat harapan bertahan lebih banyak bergantung pada keajaiban ketimbang logika sepak bola. Dalam kondisi seperti ini, tekanan mental justru menjadi lawan terbesar yang sulit dikalahkan.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore