Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 November 2023 | 03.39 WIB

Dikawal Edy Rahmayadi, Skuad PSMS Akhirnya Bisa Tinggalkan Stadion Harapan Bangsa

Pemain PSMS Medan tertahan di tengah lapangan usai laga tandang menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (18/11). - Image

Pemain PSMS Medan tertahan di tengah lapangan usai laga tandang menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (18/11).

JawaPos.com - Pemain dan official PSMS Medan sempat tertahan di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, usai melakoni laga tandang menghadapai tuan rumah Persiraja Aceh pada Sabtu malam (18/11). Pertandingan Liga 2 2023-2024 yang berakhir dengan skor imbang 0-0 itu berujung kisruh di stadion tuan rumah.

Para pemain PSMS Medan menjadi sasaran kemarahan para suppoter Persiraja Banda Aceh karena tidak puas dengan hasil pertandingan. Pendukung tuan rumah melempar botol air mineral minum ke arah pemain PSMS Medan yang sempat tertahan di tengah lapangan.

Sebelumnya terlihat Wakil Presiden Persiraja Banda Aceh Yudi bersitegang dengan para official klub berjuluk Ayam Kinantan.

Pembina PSMS Medan Edy Rahmayadi yang juga mantan Gubernur Sumatera Utara sebelumnya sudah keluar dari stadion. Lantas balik lagi karena mendapat informasi ketegangan di stadion. Mantan Pangkostrad tersebut sempat berbicara dengan pihak ofisial Persiraja.

Aksinya pasang badan membela tim PSMS Medan itu turut membuat para suporter Persiraja ikut mencoba mengepung Edy Rahmayadi. Bus milik PSMS Medan ikut menjadi sasaran pengepungan para suporter Persiraja hingga akhirnya Edy Rahmayadi bersama para pemain dan official PSMS berhasil meninggalkan stadion pada pukul 00.50 WIB dini hari dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian.

Insiden itu sangat disesalkan Pelatih PSMS Miftahudin. Dalam konferensi pers usai pertandingan dia menyatakan kekecewaannya dan mengkritisi kesiapan panitia penyelenggara pertandingan yang dinilai tidak profesional.

"Kita sepak bola 90 menit. Saya orang Indonesia berusaha memperbaiki sepak bola Indonesia, tapi kalau seperti ini gak mungkin lah saya sendiri. Pemain saya ada yang dikeroyok, dihantam, di ruang sempit. Petugas gak ada sama sekali," ungkap Miftahudin.

"Ini kan kita mau perang atau main bola. Saya mohon maaf kalau pemain saya ada salah, saya selaku pelatih tidak pernah mengajarkan hal negatif," lanjutnya.

Atas insiden itu Edy Rahmayadi ikut berkomentar lewat akun Instagramnya @edy_rahmayadi yang diunggah pada Minggu (19/11).

Mantan ketua PSSI itu memotivasi para pemain PSMS Medan untuk selalu semangat dalam menghadapi laga-laga selanjutnya. “Hingga larut malam kemarin saya terus mendampingi mereka dan alhamdulillah semua bisa kembali ke hotel dengan tenang untuk makan malam dan beristirahat. Tetap semangat untuk PSMS Medan, terus tingkatkan kualitas permainan dan berlatih keras demi mewujudkan misi utama kita untuk lolos Liga 1 kedepan. Semangat!,” tulisnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore