Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 November 2023 | 02.10 WIB

Soal Pencopotan Bendera Palestina di GBLA, Manajemen Persib Minta Bobotoh Patuhi Regulasi

ILUSTRASI: Suporter memadati Stadion GBLA, Kota Bandung. Bagus Ahmad Rizaldi/Antara - Image

ILUSTRASI: Suporter memadati Stadion GBLA, Kota Bandung. Bagus Ahmad Rizaldi/Antara

JawaPos.com - Belakangan ini para pecinta sepakbola tanah air, khususnya Bandung dihebohkan dengan adanya pencopotan bendera Palestina di laga Persib vs PSS akhir pekan lalu. Sebelumnya, bendera Palestina sengaja dipasang oleh Bobotoh di pagar tribun Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Bobotoh sengaja memasang bendera Palestina itu sebagai bentuk dukungan atas apa yang terjadi di Gaza. Namun bendera Palestina itu pada akhirnya dicopot oleh steward tanpa penjelasan apapun.

Hal itu pun sempat membuat Bobotoh merasa heran dan mempertanyakan terkait alasan pencopotan bendera Palestina tersebut. Menanggapi keriuhan soal pencopotan bendera Palestina itu, manajemen Persib akhirnya buka suara.


Manajemen mengatakan bahwa Persib sebagai anggota PSSI dan klub profesional berusaha patuh terhadap regulasi dan kode disiplin Liga 1 musim 2023/2024. Mereka menilai keberadaan bendera Palestina di Stadion sangat bertentangan dengan Pasal 56 pada Regulasi Liga 1.

"Peraturan yang dimaksud adalah Pasal 56 Regulasi Liga 1 2023/2024 tentang Hal-Hal yang Mengganggu Pertandingan. Di poin (c) disebutkan Spanduk bertuliskan dan/atau menampilkan gambar dengan unsur SARA, politik, provokatif, dan diskriminatif," demikian keterangan yang dikutip JawaPos.com dari laman resmi persib, Jumat (3/10).

Selain itu, manajemen juga meminta Bobotoh untuk mematuhi Kode Disiplin PSSI ketika menyaksikan pertandingan di Stadion. Adapun Kode Disiplin PSSI yang dimaksud adalah Pasal 70 yang mengatur tentang tanggung jawab terhadap tingkah laku buruk penonton/suporter.

Baca Juga: Empat WNI di Gaza Akhrinya Berhasil Dievakuasi Meski Sempat Dua Kali Gagal

"Dalam poin 1 pasal itu disebutkan salah satu tingkah laku buruk yang dilakukan penonton dan merupakan pelanggaran disiplin adalah menampilkan slogan berbau keagamaan/religius atau terkait isu politis tertentu, dalam bentuk apapun (secara khusus dengan cara memasang bendera, spanduk, tulisan, atribut, choreo atau sejenisnya selama pertandingan berlangsung," tuturnya.

Dikatakan manajemen Persib, hal-hal yang sudah disebutkan tadi bisa dinilai sebagai pelanggaran Regulasi. Oleh karena itu, manajemen mengajak Bobotoh untuk tidak mengekspresikan sikap politik pribadi atau kelompok saat pertandingan berlangsung di Stadion.

"Sekali lagi, PERSIB bisa menghormati sikap politik pihak manapun, baik individu maupun kelompok, yang sebaiknya dilakukan di luar sepakbola/stadion. Namun, PERSIB juga punya komitmen kuat untuk selalu menghormati dan mematuhi regulasi kompetisi," tukasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore