
ILUSTRASI: Suporter memadati Stadion GBLA, Kota Bandung. Bagus Ahmad Rizaldi/Antara
JawaPos.com - Belakangan ini para pecinta sepakbola tanah air, khususnya Bandung dihebohkan dengan adanya pencopotan bendera Palestina di laga Persib vs PSS akhir pekan lalu. Sebelumnya, bendera Palestina sengaja dipasang oleh Bobotoh di pagar tribun Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Bobotoh sengaja memasang bendera Palestina itu sebagai bentuk dukungan atas apa yang terjadi di Gaza. Namun bendera Palestina itu pada akhirnya dicopot oleh steward tanpa penjelasan apapun.
Hal itu pun sempat membuat Bobotoh merasa heran dan mempertanyakan terkait alasan pencopotan bendera Palestina tersebut. Menanggapi keriuhan soal pencopotan bendera Palestina itu, manajemen Persib akhirnya buka suara.
Manajemen mengatakan bahwa Persib sebagai anggota PSSI dan klub profesional berusaha patuh terhadap regulasi dan kode disiplin Liga 1 musim 2023/2024. Mereka menilai keberadaan bendera Palestina di Stadion sangat bertentangan dengan Pasal 56 pada Regulasi Liga 1.
"Peraturan yang dimaksud adalah Pasal 56 Regulasi Liga 1 2023/2024 tentang Hal-Hal yang Mengganggu Pertandingan. Di poin (c) disebutkan Spanduk bertuliskan dan/atau menampilkan gambar dengan unsur SARA, politik, provokatif, dan diskriminatif," demikian keterangan yang dikutip JawaPos.com dari laman resmi persib, Jumat (3/10).
Selain itu, manajemen juga meminta Bobotoh untuk mematuhi Kode Disiplin PSSI ketika menyaksikan pertandingan di Stadion. Adapun Kode Disiplin PSSI yang dimaksud adalah Pasal 70 yang mengatur tentang tanggung jawab terhadap tingkah laku buruk penonton/suporter.
"Dalam poin 1 pasal itu disebutkan salah satu tingkah laku buruk yang dilakukan penonton dan merupakan pelanggaran disiplin adalah menampilkan slogan berbau keagamaan/religius atau terkait isu politis tertentu, dalam bentuk apapun (secara khusus dengan cara memasang bendera, spanduk, tulisan, atribut, choreo atau sejenisnya selama pertandingan berlangsung," tuturnya.
Dikatakan manajemen Persib, hal-hal yang sudah disebutkan tadi bisa dinilai sebagai pelanggaran Regulasi. Oleh karena itu, manajemen mengajak Bobotoh untuk tidak mengekspresikan sikap politik pribadi atau kelompok saat pertandingan berlangsung di Stadion.
"Sekali lagi, PERSIB bisa menghormati sikap politik pihak manapun, baik individu maupun kelompok, yang sebaiknya dilakukan di luar sepakbola/stadion. Namun, PERSIB juga punya komitmen kuat untuk selalu menghormati dan mematuhi regulasi kompetisi," tukasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022